Kecamatan Beruntung Baru Perkuat Inovasi Pelayanan melalui Coaching Clinic Bersama LAN RI

Sebanyak 64 inovasi daerah di Kabupaten Banjar memasuki tahapan Diagnose dan Design melalui kegiatan Coaching Clinic yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Banjar bersama Tim Monitoring Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, Senin (30/6/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan dengan metode desk coaching sesuai jadwal masing-masing inovator dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) ini turut dihadiri Camat Beruntung Baru, Wahidin Noor, didampingi Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat (Kasi PM) Kecamatan Beruntung Baru, Tati Yuliani, sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kecamatan Beruntung Baru dalam mendukung pengembangan inovasi pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan.

Pada kegiatan Coaching Clinic Laboratorium Inovasi ini, Kecamatan Beruntung Baru mengusulkan tiga inovasi unggulan, yaitu JUKUNG DESA (Jumat Berkunjung ke Desa), BAKSO PKK BERUNTUNG BARU (Bakti Sosial PKK Beruntung Baru), dan BARAKA PKK (Barcode Kebun PKK Beruntung Baru). Ketiga inovasi tersebut mengikuti tahapan Diagnose dan Design sebagai bagian dari proses penyempurnaan konsep sebelum diimplementasikan secara lebih luas.

Keikutsertaan tiga inovasi tersebut menunjukkan komitmen yang kuat dari Pemerintah Kecamatan Beruntung Baru dalam membangun budaya inovasi di lingkungan pemerintahan. Melalui pengembangan inovasi yang berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan peran Tim Penggerak PKK, Kecamatan Beruntung Baru terus berupaya menghadirkan solusi yang adaptif, efektif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Melalui pola pendampingan secara langsung, setiap inovator memperoleh kesempatan mempresentasikan perkembangan inovasi sekaligus menerima masukan dari Tim Monitoring LAN RI guna menyempurnakan konsep inovasi yang dikembangkan.

Dalam proses pengembangan inovasi, tahap Diagnose merupakan tahapan untuk mengidentifikasi persoalan, kebutuhan, tantangan, hingga akar permasalahan yang dihadapi dalam pelayanan maupun tata kelola pemerintahan. Tahapan ini menjadi fondasi penting agar inovasi yang dihasilkan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan kondisi di lapangan.

Selanjutnya pada tahap Design, para inovator menyusun rancangan solusi secara lebih komprehensif, mulai dari tujuan, sasaran, mekanisme pelaksanaan, hingga dampak yang diharapkan dapat dirasakan oleh masyarakat maupun organisasi perangkat daerah.

Tim Monitoring LAN RI yang terdiri dari Hesty dan Ayu memberikan pendampingan sekaligus evaluasi terhadap setiap inovasi dengan memperhatikan aspek relevansi, manfaat, keberlanjutan program, serta potensi pengembangannya di masa mendatang.

Mewakili Tim Monitoring LAN RI, Hesty menyampaikan bahwa tahapan Diagnose dan Design merupakan fondasi utama dalam menghasilkan inovasi yang berkualitas dan berdampak.

"Inovasi yang baik tidak hanya menghadirkan ide baru, tetapi harus berangkat dari permasalahan yang nyata dan mampu memberikan solusi yang terukur. Melalui tahapan diagnose dan design ini, kami mendorong setiap inovator untuk memperkuat analisis masalah, menyusun tujuan yang jelas, serta memastikan inovasi memiliki manfaat, keberlanjutan, dan peluang untuk direplikasi di masa mendatang," ujarnya.

Senada dengan itu, Ayu menambahkan bahwa Coaching Clinic menjadi ruang diskusi untuk menyempurnakan inovasi sebelum memasuki tahapan berikutnya.

"Kami berharap setiap masukan yang diberikan selama coaching clinic dapat menjadi penyempurnaan bagi inovasi yang dikembangkan, sehingga implementasinya benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah (RIDA) Bapperida Kabupaten Banjar, Nuri Ansyari, mengatakan bahwa tahapan Diagnose dan Design merupakan fase krusial dalam siklus pengembangan inovasi daerah. Menurutnya, kualitas inovasi tidak hanya ditentukan oleh ide yang menarik, tetapi juga oleh kemampuan inovator dalam memahami persoalan dan merancang solusi yang tepat serta dapat diimplementasikan.

Camat Beruntung Baru, Wahidin Noor, mengapresiasi pelaksanaan Coaching Clinic sebagai wadah pendampingan bagi para inovator daerah. Menurutnya, pendampingan dari Bapperida dan LAN RI menjadi kesempatan yang sangat baik untuk meningkatkan kualitas inovasi yang dikembangkan di Kecamatan Beruntung Baru.

"Melalui kegiatan ini kami berharap inovasi yang lahir dari Kecamatan Beruntung Baru benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik. Tiga inovasi yang kami usulkan merupakan bentuk komitmen Kecamatan Beruntung Baru dalam menghadirkan pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat, memperkuat pemberdayaan melalui PKK, serta mengoptimalkan potensi desa. Pendampingan seperti ini menjadi bekal penting agar setiap inovasi memiliki arah yang jelas, terukur, dan berkelanjutan," ungkapnya.

Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Beruntung Baru, Tati Yuliani, menambahkan bahwa tahapan Diagnose dan Design membantu inovator memahami permasalahan secara lebih mendalam sebelum menentukan solusi yang akan diterapkan.

"Masukan dari Tim Monitoring LAN RI sangat bermanfaat dalam menyempurnakan konsep inovasi yang kami kembangkan. Kami optimistis JUKUNG DESA, BAKSO PKK BERUNTUNG BARU, dan BARAKA PKK dapat diimplementasikan dengan baik sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta menjadi inovasi yang berkelanjutan di Kecamatan Beruntung Baru," tuturnya.

Melalui kegiatan Coaching Clinic ini diharapkan seluruh inovator di Kabupaten Banjar, termasuk Kecamatan Beruntung Baru, mampu menghasilkan inovasi yang tidak hanya berhenti pada tahap gagasan, tetapi dapat diimplementasikan secara berkelanjutan sebagai solusi nyata dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, serta kesejahteraan masyarakat.
(IP.Kab.Banjar/Brigade Informasi RA)


Komentar