Pemerintah Kecamatan Beruntung Baru Usulkan Tiga Inovasi pada Laboratorium Inovasi Pemkab Banjar Tahun 2026

Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) menggelar kegiatan Laboratorium Inovasi Tahap Drum Up, Diagnose, dan Design di Aula Baiman Kantor Bapperida Kabupaten Banjar, Martapura, Senin (29/6/2026).

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, H. Yudi Andrea, dan diikuti oleh seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banjar. Pemerintah Kecamatan Beruntung Baru turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut yang dihadiri langsung oleh Camat Beruntung Baru, Wahidin Noor.

Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, H. Yudi Andrea, menegaskan bahwa Laboratorium Inovasi merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Banjar dalam membangun budaya inovasi yang berkelanjutan. Menurutnya, kerja sama dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI yang telah terjalin sejak tahun 2017 menjadi langkah strategis untuk mendorong lahirnya berbagai inovasi daerah, meningkatkan kapasitas aparatur, serta memperkuat kualitas pelayanan publik.

"Pelaksanaan Laboratorium Inovasi ini merupakan wujud keseriusan Pemerintah Kabupaten Banjar dalam membangun budaya inovasi yang berkesinambungan. Melalui kolaborasi bersama LAN RI yang telah terjalin sejak 2017, kami terus mendorong lahirnya berbagai inovasi yang mampu meningkatkan kapasitas aparatur sekaligus memperbaiki kualitas pelayanan kepada masyarakat," ujar Yudi.

Ia menambahkan, berbagai tantangan pembangunan, mulai dari penanganan stunting, peningkatan pelayanan publik, pengentasan kemiskinan, penguatan ekonomi masyarakat, digitalisasi layanan, hingga tata kelola pemerintahan yang efektif, membutuhkan pola pikir yang inovatif.

"Di tengah berbagai tantangan pembangunan, kita dituntut untuk terus beradaptasi dan menghadirkan solusi yang kreatif. Karena itu, inovasi harus menjadi bagian dari cara kerja setiap perangkat daerah, bukan sekadar program, tetapi menjadi kebutuhan dalam mewujudkan pelayanan publik yang semakin baik," tegasnya.

Pada Laboratorium Inovasi Tahun 2026, sebanyak 64 usulan inovasi diajukan oleh perangkat daerah. Jumlah tersebut mencerminkan semangat inovasi yang terus tumbuh di Kabupaten Banjar sejalan dengan komitmen Satu Perangkat Daerah Satu Inovasi.

Sementara itu, Pelaksana Harian Direktur Advokasi dan Pengembangan Kinerja Kebijakan LAN RI, Widhi Novianto, mengapresiasi konsistensi Pemerintah Kabupaten Banjar dalam mengembangkan budaya inovasi. Hingga tahun 2025, Laboratorium Inovasi di Kabupaten Banjar telah melahirkan sekitar 530 inovasi dari berbagai perangkat daerah.

"Kami mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Banjar yang secara konsisten mengembangkan budaya inovasi. Harapannya, inovasi-inovasi yang telah lahir tidak hanya berhenti sebagai gagasan, tetapi terus diimplementasikan sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan memperkuat tata kelola pemerintahan yang lebih efektif," ujar Widhi.

Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kecamatan Beruntung Baru menunjukkan komitmennya dalam mendukung budaya inovasi melalui usulan tiga inovasi yang akan dikembangkan pada Laboratorium Inovasi Tahun 2026. Ketiga inovasi tersebut meliputi JUKUNG DESA (Jumat Berkunjung ke Desa) yang bertujuan mendekatkan pelayanan dan koordinasi pemerintah dengan masyarakat desa, BAKSO PKK BERUNTUNG BARU (Bakti Sosial PKK Beruntung Baru) sebagai program pemberdayaan dan kepedulian sosial melalui peran aktif Tim Penggerak PKK, serta BARAKA PKK (Barcode Kebun PKK Beruntung Baru) yang mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi dalam pengelolaan dan pengembangan kebun PKK.

Camat Beruntung Baru, Wahidin Noor, mengatakan bahwa ketiga inovasi tersebut merupakan bentuk keseriusan Pemerintah Kecamatan Beruntung Baru dalam menghadirkan pelayanan yang lebih inovatif, responsif, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

"Laboratorium Inovasi menjadi momentum bagi kami untuk terus menghadirkan terobosan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik. Tiga inovasi yang kami usulkan merupakan komitmen Pemerintah Kecamatan Beruntung Baru untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, memperkuat pemberdayaan melalui PKK, serta memanfaatkan teknologi sebagai pendukung pembangunan. Kami berharap inovasi-inovasi ini dapat diimplementasikan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Wahidin Noor.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan inovasi tidak hanya ditentukanoleh ide yang baik, tetapi juga oleh kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam mengimplementasikannya secara konsisten. Oleh karena itu, Pemerintah Kecamatan Beruntung Baru siap bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Banjar, pemerintah desa, serta berbagai elemen masyarakat untuk mewujudkan inovasi yang adaptif, efektif, dan berkelanjutan.

Keikutsertaan Pemerintah Kecamatan Beruntung Baru dalam Laboratorium Inovasi Tahun 2026 menjadi bukti nyata komitmen dalam mendukung program Pemerintah Kabupaten Banjar untuk membangun budaya inovasi di seluruh perangkat daerah. Diharapkan, berbagai inovasi yang lahir melalui kegiatan ini mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat tata kelola pemerintahan, serta memberikan manfaat yang luas bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Banjar, khususnya di wilayah Kecamatan Beruntung Baru.
(IP.Kab.Banjar/Brigade Informasi RA)


Komentar