Amankan Hak Paten, Distan Banjar Laksanakan Kajian Observasi Varietas Padi Lokal dan Cabai Rawit

Dinas Pertanian Kabupaten Banjar melalui Bidang Sarana TPH, Perkebunan dan Peternakan bergerak cepat mengamankan aset kekayaan hayati. Bersinergi dengan UPTD Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPSBTPH) Provinsi Kalimantan Selatan, sebuah kajian akademis dan observasi mendalam tengah digeber untuk mengeksplorasi Sumber Daya Genetik (SDG) lokal unggulan, yakni varietas padi dan cabai rawit di Aula Distan, Selasa (30/6/2026).

Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Kabupaten Banjar yang membentang seluas 466.850 hektare menyimpan keberagaman agroekosistem yang luar biasa. Sayangnya, potensi SDG lokal yang melimpah ini belum sepenuhnya teridentifikasi dan terinventarisasi secara menyeluruh.

Keseriusan pemetaan ini dibuktikan dengan menggandeng lembaga penilai kesesuaian dari Kementerian Pertanian untuk melakukan uji laboratorium yang valid. Hasilnya untuk mempertegas kualitas komoditas lokal Banjar.

Cabai Rawit Capat berdasarkan sampel dari Desa A3, Kecamatan Simpang Empat, uji laboratorium menunjukkan kadar capsaicin (tingkat kepedasan) mencapai 43,33 mg/100g.

Berasal dari hamparan Desa Pematang Panjang, Kecamatan Sungai Tabuk, varietas padi lokal ini menunjukkan mutu fisik dan kimia yang solid. Hasil uji laboratorium mencatatkan rendemen beras giling yang tinggi, yakni sebesar 68,52%, dengan kadar amilosa berada di angka 29,18% serta kadar protein 6,09%. susun dan sedarhanakan kalimat yang menarik.

Ketua Tim Pelaksana, Dr Ir Aidi Noor MP bersama tim ahli tengah merampungkan deskripsi morfologi demi mengamankan Sertifikat Tanda Daftar Varietas Lokal dari PPVTPP Kementerian Pertanian. Langkah ini menjadi benteng hukum untuk melindungi identitas sekaligus hak paten atas varietas asli Banjar. Lewat regulasi ini, siapa pun yang ingin mengembangkan komoditas turunan wajib mengikat perjanjian resmi terkait royalti bagi petani lokal. Alhasil, sinergi riset dan proteksi hukum ini tak hanya membentengi kekayaan alam dari klaim sepihak, tetapi juga menjadi motor penggerak kesejahteraan petani dan swasembada pangan daerah.

Turut hadir Kepala Bidang Sarana TPH, Perkebunan dan Peternakan Nurul Chatimah, Plt Kepala Bidang Prasarana TPH, Perkebunan dan Peternakan Gusti Rahmatullah, UPTD Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPSBTPH).
(Brigade Distan Syaripuddin) 


Komentar