Rembuk Stunting Desa Rumpiang Tahun 2026 Perkuat Komitmen Bersama Cegah dan Turunkan Angka Stunting
Rumpiang, 29 Juni 2026 – Pemerintah Desa Rumpiang, Kecamatan Beruntung Baru, Kabupaten Banjar, melaksanakan kegiatan Rembuk Stunting Tahun 2026 di Balai Desa Rumpiang pada Senin (29/6). Kegiatan ini menjadi forum musyawarah lintas sektor untuk menyusun langkah strategis dalam percepatan pencegahan dan penurunan stunting di Desa Rumpiang.
Rembuk Stunting dihadiri oleh Pemerintah Desa Rumpiang, Pemerintah Kecamatan Beruntung Baru, Pendamping Desa, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Beruntung Baru, Ahli Gizi Puskesmas Beruntung Baru, TP PKK Desa Rumpiang, serta Kader Posyandu se-Desa Rumpiang. Kehadiran seluruh unsur tersebut menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam mendukung terwujudnya generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.
Berdasarkan hasil pendataan terbaru, jumlah anak yang mengalami stunting di Desa Rumpiang tercatat sebanyak 11 orang. Data tersebut menjadi dasar penyusunan program prioritas yang akan dilaksanakan sepanjang tahun 2026 melalui berbagai intervensi gizi dan pemberdayaan masyarakat.
Pambakal Desa Rumpiang, Juanda, dalam sambutannya menegaskan bahwa Pemerintah Desa berkomitmen penuh mendukung upaya percepatan penurunan stunting melalui pemanfaatan Dana Desa.
"Penanganan stunting merupakan tanggung jawab kita bersama. Pemerintah Desa akan terus mengoptimalkan Dana Desa untuk mendukung program pencegahan dan penurunan stunting. Kami berharap seluruh pihak dapat terus bersinergi sehingga angka stunting di Desa Rumpiang dapat terus menurun dan anak-anak kita tumbuh sehat serta berkualitas," ujar Juanda.
Perwakilan Pemerintah Kecamatan Beruntung Baru mengapresiasi langkah Pemerintah Desa Rumpiang yang secara konsisten melaksanakan Rembuk Stunting sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas.
"Kolaborasi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, PKK, Posyandu, dan seluruh stakeholder merupakan kunci keberhasilan percepatan penurunan stunting. Sinergi seperti ini harus terus dipertahankan agar setiap program berjalan efektif dan tepat sasaran," ungkapnya.
Pendamping Desa juga menekankan pentingnya perencanaan pembangunan desa yang berbasis data sehingga program yang disusun benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
"Perencanaan program pencegahan stunting harus berbasis data yang valid agar anggaran desa benar-benar tepat sasaran. Kami siap mendampingi pemerintah desa dalam menyusun, melaksanakan, hingga mengevaluasi program percepatan penurunan stunting," jelasnya.
Sementara itu, Ahli Gizi Puskesmas Beruntung Baru menyampaikan materi mengenai penyebab stunting serta pentingnya pemenuhan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai masa yang paling menentukan pertumbuhan anak.
"Stunting dapat dicegah apabila pemenuhan gizi dilakukan sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Selain itu, pola asuh yang baik, sanitasi yang sehat, dan pemeriksaan kesehatan secara rutin menjadi faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang anak," paparnya.
Dari sektor keagamaan, perwakilan KUA Kecamatan Beruntung Baru menegaskan bahwa pencegahan stunting dimulai sejak sebelum pernikahan melalui edukasi kepada calon pengantin.
"Melalui program bimbingan perkawinan, kami terus memberikan edukasi kepada calon pengantin mengenai pentingnya kesiapan kesehatan, gizi, dan perencanaan keluarga sebagai bekal membangun generasi yang sehat dan bebas stunting," ujarnya.
Ketua TP PKK Desa Rumpiang menyampaikan bahwa TP PKK akan terus bersinergi dengan Pemerintah Desa dan Puskesmas dalam memberikan edukasi kepada keluarga.
"TP PKK siap mendukung program pemerintah desa melalui penyuluhan, edukasi gizi keluarga, pendampingan ibu hamil, ibu menyusui, serta keluarga yang memiliki balita agar upaya pencegahan stunting dapat berjalan secara berkelanjutan," katanya.
Komitmen yang sama juga disampaikan oleh perwakilan Kader Posyandu Desa Rumpiang yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat desa.
"Kami siap menjadi garda terdepan dalam memantau pertumbuhan balita, memberikan edukasi kepada orang tua, serta memastikan keluarga sasaran memperoleh pelayanan kesehatan dan gizi secara optimal," tuturnya.
Sebagai bentuk komitmen bersama, kegiatan Rembuk Stunting Tahun 2026 ditutup dengan penandatanganan Berita Acara oleh Pemerintah Desa, Pemerintah Kecamatan, Pendamping Desa, KUA Kecamatan Beruntung Baru, Puskesmas Beruntung Baru, TP PKK Desa Rumpiang, Kader Posyandu, serta seluruh stakeholder terkait.
Melalui komitmen bersama tersebut, diharapkan seluruh program yang telah direncanakan dapat terlaksana secara berkelanjutan sehingga target percepatan penurunan angka stunting di Desa Rumpiang dapat tercapai dan terwujud generasi yang sehat, cerdas, serta berkualitas.
(IP.Kab.Banjar/Brigade Informasi RA)
