Rembuk Stunting Desa Tatah Jaruju Tahun 2026 Sepakati Program Pencegahan Masuk dalam RKPDes 2027

Tatah Jaruju, – Pemerintah Desa Tatah Jaruju melaksanakan kegiatan Rembuk Stunting Tahun 2026 di Kantor Desa Tatah Jaruju, Senin (29/6/2026). Kegiatan ini menjadi forum musyawarah bersama dalam menyusun langkah strategis untuk mempercepat penurunan angka stunting serta memperkuat upaya pencegahan di tingkat desa melalui perencanaan pembangunan.

Rembuk Stunting dihadiri oleh berbagai unsur lintas sektor, di antaranya Kepala KUA Tatah Makmur, Kepala Puskesmas Tatah Makmur, Kasi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Tatah Makmur, Pambakal beserta Perangkat Desa Tatah Jaruju, Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa, seluruh anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Tatah Jaruju, serta seluruh Ketua RT se-Desa Tatah Jaruju.

Kegiatan berlangsung di dalam ruangan Kantor Desa dengan suasana yang sederhana namun penuh semangat kebersamaan. Sejumlah peserta tampak membawa buku catatan dan aktif menyampaikan pendapat maupun usulan terkait upaya percepatan penurunan stunting di desa.

Dalam forum tersebut, Kepala Puskesmas Tatah Makmur, H. Jarkani, memaparkan kondisi kesehatan masyarakat, khususnya data balita dan ibu hamil yang menjadi sasaran utama program pencegahan stunting. Ia menekankan pentingnya pemenuhan gizi, pemeriksaan kesehatan secara rutin, serta kolaborasi seluruh pihak dalam mendukung tumbuh kembang anak agar terhindar dari stunting.

Sementara itu, Kepala KUA Tatah Makmur, H. Mukhtasyar, menyampaikan bahwa upaya pencegahan stunting juga harus dimulai sejak sebelum pernikahan. Melalui program bimbingan pranikah dan edukasi kepada calon pengantin, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya kesiapan kesehatan, gizi, dan kematangan usia dalam membangun keluarga yang sehat, sekaligus mencegah pernikahan usia dini yang menjadi salah satu faktor risiko terjadinya stunting.

Dukungan dari Pemerintah Kecamatan Tatah Makmur juga terlihat melalui kehadiran Kasi Kesos Hj.Yusmiati yang memberikan arahan mengenai pentingnya sinergi program kesejahteraan masyarakat dengan program kesehatan desa, sehingga pelaksanaan pencegahan stunting dapat berjalan secara terpadu.

Pada kesempatan yang sama, Pendamping Desa Ahkmad Fendi bersama Pendamping Lokal Desa Hilda Wati mengawal jalannya musyawarah agar seluruh usulan yang berkaitan dengan pencegahan dan penanganan stunting dapat dimasukkan ke dalam dokumen Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2027 beserta alokasi anggarannya. Hal ini diharapkan mampu menjamin keberlanjutan program melalui dukungan pendanaan desa.

Kehadiran seluruh anggota BPD dan Ketua RT se-Desa Tatah Jaruju juga menjadi bagian penting dalam proses perencanaan. Mereka menyampaikan berbagai aspirasi dan kondisi nyata masyarakat di wilayah masing-masing sehingga program yang disusun benar-benar sesuai dengan kebutuhan warga dan dapat disosialisasikan secara luas kepada masyarakat.

Melalui kegiatan Rembuk Stunting Tahun 2026 ini, Pambakal Desa Tatah Jaruju Majidi menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menurunkan angka stunting. Hasil musyawarah menjadi dasar penyusunan program prioritas yang akan dimasukkan ke dalam RKPDes Tahun 2027 sebagai bentuk komitmen desa dalam mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.(IP Kab. Banjar/Brigade Tatah Makmur/Zainurrahman)


Komentar