64 Inovasi Siap Lahir dari Laboratorium Inovasi Banjar
MARTAPURA - Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar H. Yudi Andrea menegaskan bahwa pelaksanaan Laboratorium Inovasi merupakan langkah strategis untuk membangun budaya inovasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banjar. Melalui kegiatan tersebut, pemerintah daerah ingin mendorong lahirnya pemikiran kreatif, menemukan solusi atas berbagai persoalan, serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas bagi masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Yudi saat membuka kegiatan Laboratorium Inovasi tahap Drum Up, Diagnose dan Design yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Banjar di Aula Baiman Kantor Bapperida, Martapura, Senin (29/6/2026) pagi. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem inovasi di seluruh perangkat daerah.
Menurut Yudi, komitmen Pemerintah Kabupaten Banjar dalam pengembangan inovasi daerah telah terjalin sejak tahun 2017 melalui kerja sama dengan Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI). Kerja sama tersebut bertujuan membangun budaya inovasi yang dilakukan secara sistematis, terarah, dan berkelanjutan agar mampu memberikan dampak nyata terhadap pembangunan daerah.

Ia juga mengajak seluruh perangkat daerah untuk aktif melahirkan gagasan dan terobosan baru melalui semangat one innovation, one agency atau satu perangkat daerah satu inovasi. Yudi menekankan bahwa inovasi tidak selalu identik dengan biaya besar maupun teknologi canggih, tetapi dapat dimulai dari perubahan kecil yang mampu mempercepat pelayanan, mempermudah masyarakat, meningkatkan efektivitas kerja, dan menjawab berbagai persoalan yang dihadapi.
Semangat tersebut tercermin dari tingginya partisipasi perangkat daerah dalam Laboratorium Inovasi tahun 2026. Sebanyak 64 inovasi diusulkan untuk dikembangkan dalam kegiatan tahun ini, menunjukkan tumbuhnya kesadaran dan budaya inovasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banjar.
Pelaksana Harian (Plh) Direktur Advokasi dan Pengembangan Kinerja Kebijakan LAN RI, Widhi Novianto, dalam paparannya menegaskan bahwa inovasi merupakan kunci perubahan untuk mewujudkan visi Kabupaten Banjar yang maju, mandiri, agamis, dan berkelanjutan. Menurutnya, tantangan pembangunan yang semakin kompleks hanya dapat dijawab melalui cara berpikir baru dan keberanian meninggalkan pola kerja yang bersifat rutin dan konvensional.

Widhi juga mengingatkan bahwa keberhasilan inovasi sangat ditentukan oleh kepemimpinan dan kolaborasi antar perangkat daerah. Ia menilai inovasi tidak hanya berbentuk aplikasi atau teknologi, tetapi juga dapat berupa kebijakan, metode kerja, maupun model pelayanan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Potensi besar yang dimiliki Kabupaten Banjar di sektor pertanian, perikanan, pertambangan, industri, hingga pariwisata dinilai dapat menjadi fondasi lahirnya berbagai inovasi daerah.
Melalui pelaksanaan Laboratorium Inovasi ini, Pemerintah Kabupaten Banjar berharap lahir berbagai terobosan yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, mempercepat pencapaian target pembangunan daerah, serta memperkuat sinergi antar perangkat daerah dan masyarakat dalam mewujudkan Kabupaten Banjar yang semakin maju, inovatif, dan berdaya saing.(Ione/Brigade Bapperida)
