Disbudporapar Banjar Tutup Pelatihan Musik Panting, Perkuat Pelestarian Budaya melalui Regenerasi Seniman Muda
Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Banjar resmi menutup Pelatihan Musik Panting bagi Pemuda di Aula Kantor Disbudporapar Kabupaten Banjar, Senin (29/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak 18 Mei hingga 29 Juni 2026 tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam melestarikan seni budaya Banjar sekaligus mencetak regenerasi seniman muda.
Pelatihan diikuti sebanyak 21 peserta yang terbagi dalam tiga kelompok, yaitu Bubuhan Kurihing, Wasaka, dan MAN 4 Banjar. Selama hampir dua pekan, para peserta mendapatkan pembinaan mengenai teknik memainkan alat musik panting, harmonisasi, serta pemahaman terhadap seni musik tradisional Banjar.
Kepala Disbudporapar Kabupaten Banjar, H. Irwan Jaya, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga eksistensi musik panting sebagai salah satu warisan budaya daerah.
"Alhamdulillah, hari ini kita telah menutup kegiatan pelatihan musik panting bagi pemuda. Mudah-mudahan dengan terbentuknya tiga grup musik panting ini mereka dapat terus berinovasi, berkreasi, serta ikut melestarikan kesenian yang ada di Kabupaten Banjar maupun Kalimantan Selatan," ujarnya.
Menurut Irwan, regenerasi pelaku seni menjadi hal penting agar kesenian tradisional tidak tergerus perkembangan zaman. Oleh karena itu, Disbudporapar terus memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai program pembinaan, baik di bidang seni budaya, kewirausahaan, maupun keterampilan lainnya.
Ia menambahkan, pelatihan musik panting mendapat antusiasme yang tinggi dari kalangan pemuda. Program tersebut telah dilaksanakan selama dua tahun berturut-turut, dengan jumlah peserta sebanyak 35 orang pada tahun pertama dan 21 orang pada tahun kedua ini.
"Ke depan, Insya Allah pelatihan ini akan terus kami tingkatkan, bahkan dikombinasikan dengan seni dan budaya lainnya agar semakin menarik bagi generasi muda," tambahnya.
Sementara itu, salah satu peserta dari Grup Bubuhan Kurihing, Muhammad Hilmi, mengaku pelatihan tersebut memberikan banyak manfaat bagi kelompoknya yang masih tergolong baru dalam mendalami musik panting.
"Pelatihan ini membuat kami lebih mengenal teknik petikan, serta menambah pengetahuan kami tentang musik panting," ungkapnya.
Hilmi menjelaskan tantangan yang dihadapi kelompoknya tidak hanya pada kemampuan memainkan alat musik, tetapi juga menyatukan waktu latihan antaranggota karena sebagian besar personelnya aktif di grup maulid habsyi.
Meski demikian, ia bersyukur grupnya mulai mendapat kepercayaan tampil di berbagai kegiatan, termasuk menerima undangan pada peringatan Hari Jadi Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, pada Juli mendatang.
Melalui pelatihan tersebut, Disbudporapar Kabupaten Banjar berharap semakin banyak generasi muda yang mencintai, mempelajari, serta mengembangkan musik panting sebagai identitas budaya daerah sehingga keberadaannya tetap lestari dan mampu diwariskan kepada generasi berikutnya.
