Dukung Pengembangan Ekonomi Pesantren, Camat Sungai Pinang Hadiri Seminar Proposal “Satu Pesantren Satu Produk”
Pengembangan potensi ekonomi pesantren menjadi salah satu fokus dalam mendukung program prioritas Kepala Daerah. Hal tersebut dibahas dalam Seminar Proposal Kajian Pemetaan Potensi Pesantren Berbasis Pengembangan Usaha Banjar Cendekia bertajuk “Satu Pesantren Satu Produk” yang digelar pada Kamis (25/6/2026) di Kabupaten Banjar.
Kecamatan Sungai Pinang diwakili langsung oleh Camat Sungai Pinang, Marwata, S.E. Kegiatan ini menghadirkan tim peneliti, akademisi, perangkat daerah, serta para pemangku kepentingan untuk memberikan masukan terhadap kajian yang bertujuan memetakan potensi usaha di lingkungan pondok pesantren sebagai dasar penyusunan kebijakan pengembangan ekonomi berbasis pesantren.
Dalam seminar tersebut, narasumber memaparkan hasil kajian mengenai kondisi dan tantangan yang dihadapi pesantren, mulai dari aspek operasional, kemandirian ekonomi, hingga peluang pengembangan produk unggulan yang memiliki daya saing. Program “Satu Pesantren Satu Produk” diharapkan mampu mendorong setiap pondok pesantren mengembangkan produk khas sesuai dengan potensi dan sumber daya yang dimiliki.
Camat Sungai Pinang, Marwata, S.E., menyampaikan bahwa pesantren memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat apabila potensi yang dimiliki dapat dikembangkan secara optimal.
“Melalui kajian ini diharapkan lahir rekomendasi yang mampu mendorong setiap pesantren memiliki produk unggulan yang bernilai ekonomi. Pemerintah Kecamatan Sungai Pinang mendukung penuh program ini karena sejalan dengan upaya meningkatkan kemandirian masyarakat melalui pengembangan potensi lokal. Sinergi antara pemerintah, akademisi, dan pesantren menjadi kunci agar program ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Marwata.
Melalui keikutsertaan dalam seminar ini, Kecamatan Sungai Pinang menunjukkan komitmennya untuk mendukung berbagai inovasi dan kebijakan yang berorientasi pada pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis pesantren. Diharapkan hasil kajian ini dapat menjadi landasan dalam mewujudkan pesantren yang mandiri, produktif, dan mampu berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi daerah.
