Sekretaris Camat Gambut Dorong Pemetaan Potensi Pesantren sebagai Dasar Penguatan Ekonomi Berbasis OPOP

Sekretaris Camat Gambut, Alfisah, menegaskan pentingnya pemetaan potensi dan tingkat kesiapan pesantren sebagai langkah awal dalam mendorong penguatan ekonomi berbasis pesantren di Kabupaten Banjar.

 

Hal tersebut disampaikan usai mengikuti pemaparan kajian pemetaan pengembangan usaha pesantren yang menyoroti kesiapan implementasi program One Pesantren One Product (OPOP). Kajian tersebut menempatkan data dan pemetaan kondisi riil sebagai fondasi dalam penyusunan kebijakan pemberdayaan yang tepat sasaran. Disampaikan dalam Kegiatan di di Aula BRIDA Provensi Kalimantan Selatan Banjarbaru. Kamis, (25/6/2026)

 

Alfisah menyampaikan bahwa pesantren memiliki posisi strategis tidak hanya sebagai lembaga pendidikan dan pembinaan masyarakat, tetapi juga sebagai pusat pertumbuhan ekonomi lokal yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

 

“Pesantren memiliki kekuatan sosial, sumber daya manusia, serta kedekatan dengan basis ekonomi masyarakat. Namun pengembangannya perlu dimulai dari pemetaan yang akurat agar program yang dijalankan benar-benar sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing pesantren,” ujarnya.

 

Berdasarkan paparan kajian, Kabupaten Banjar memiliki 42 pesantren aktif dengan total 11.701 santri dan 721 tenaga pendidik dan 3 diantaranya adalah dari Kecamatan Gambut. Besarnya potensi tersebut dinilai perlu diikuti dengan pendekatan yang terukur melalui identifikasi kelembagaan, kapasitas SDM, sarana pendukung, hingga kesiapan usaha yang dimiliki setiap pesantren.

 

Alfisah menilai pendekatan berbasis data menjadi kunci agar intervensi pemerintah tidak dilakukan secara seragam. Menurutnya, setiap pesantren memiliki tingkat kesiapan yang berbeda sehingga membutuhkan pola pendampingan dan fasilitasi yang berbeda pula.

 

Ia juga menekankan bahwa penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas santri, pengembangan produk, akses pasar, serta pembiayaan harus dibangun secara bertahap agar mampu menciptakan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.

 

Sementara itu, Camat Gambut Ramdani memberikan dukungan terhadap upaya penguatan ekonomi pesantren melalui pendekatan yang lebih terstruktur dan berbasis hasil kajian.

 

Menurutnya, pemerintah daerah perlu memastikan setiap program pemberdayaan memiliki dasar perencanaan yang jelas agar manfaat yang diterima dapat lebih optimal.

 

“Kajian seperti ini penting sebagai dasar pengambilan keputusan. Dengan mengetahui kondisi dan kesiapan masing-masing pesantren, program yang dijalankan akan lebih tepat sasaran dan mampu memberikan dampak yang berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui pemetaan yang komprehensif, Pemerintah Kecamatan Gambut berharap potensi pesantren dapat terus dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi baru yang mampu meningkatkan kemandirian lembaga sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. (IP. Kab. Banjar/ Brigade Gambut/ Hairudin).


Komentar