Tingkatkan Kompetensi Pendidik, Disdik Banjar Gelar Pelatihan Penanganan Anak Berkebutuhan Khusus bagi Guru PAUD

BANJARBARU, InfoPublik – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar menggelar Pelatihan Identifikasi dan Penanganan Dasar Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) bagi Guru PAUD Tingkat Kabupaten Banjar Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Pangeran Antasari BGTK Provinsi Kalimantan Selatan ini menjadi salah satu upaya meningkatkan kapasitas pendidik dalam mewujudkan layanan pendidikan yang inklusif dan ramah anak. (25/6/2026)

Pelatihan tersebut diikuti oleh 100 peserta yang merupakan perwakilan dari Pusat Kegiatan Guru (PKG) dan Gugus Kecamatan se-Kabupaten Banjar. Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai identifikasi dini, penanganan dasar, serta strategi pembelajaran yang sesuai bagi anak berkebutuhan khusus di lingkungan pendidikan anak usia dini.

Untuk memperkuat pemahaman peserta, panitia menghadirkan sejumlah narasumber kompeten dari berbagai institusi. Materi yang disampaikan meliputi kebijakan pendidikan inklusif dan paradigma baru PAUD 2026, pengenalan karakteristik anak berkebutuhan khusus, hingga strategi penyesuaian pembelajaran dan lingkungan kelas yang mendukung tumbuh kembang peserta didik.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar yang diwakili Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF, Arliza Mayasari, SE., M.M., membuka kegiatan sekaligus membacakan sambutan tertulis Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar. Dalam sambutan tersebut, ditekankan pentingnya peran guru PAUD sebagai garda terdepan dalam mendeteksi dan memberikan penanganan awal bagi anak-anak yang memerlukan perhatian khusus.

“Pelatihan yang kita laksanakan hari ini memiliki nilai yang sangat strategis dan krusial. Melalui kegiatan ini, saya berharap kompetensi para guru PAUD di Kabupaten Banjar dapat meningkat tajam,” ujar Arliza Mayasari saat membacakan sambutan tertulis Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar.

Lebih lanjut disampaikan bahwa peningkatan kompetensi guru diarahkan pada kemampuan mengidentifikasi secara dini berbagai karakteristik hambatan yang dimiliki anak, baik fisik, mental, intelektual, sosial, maupun emosional. Selain itu, guru juga diharapkan mampu memberikan penanganan dasar yang tepat sehingga peserta didik berkebutuhan khusus dapat memperoleh layanan pendidikan yang aman, nyaman, dan tanpa diskriminasi.

Melalui pelatihan ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pemerataan kualitas pendidikan dan penguatan pendidikan inklusif. Upaya tersebut dilakukan agar setiap anak, tanpa terkecuali, memperoleh hak belajar yang layak serta kesempatan berkembang secara optimal sejak usia dini.


Komentar