Satu-satunya di Kabupaten Banjar, Seluruh Desa di Kecamatan Astambul Rampungkan SK PATBM

ASTAMBUL – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DINSOSP3AP2KB) Kabupaten Banjar menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) di Aula Kantor Camat Astambul (Kamis, 25/06/2026).


Dalam sambutan pertama, Kepala Seksi Pemenuhan Hak Perlindungan Perempuan dan Anak (PHPPA) DINSOSP3AP2KB Kabupaten Banjar, Diah Febria Wardhani, menyampaikan pencapaian luar biasa yang berhasil diraih oleh Kecamatan Astambul.


"Kecamatan Astambul adalah satu-satunya kecamatan di Kabupaten Banjar yang semua Desanya sudah menyelesaikan SK Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM)," ungkap Diah.


Ia pun memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh Pambakal beserta perangkatnya atas perhatian dan kinerja cepat mereka dalam merampungkan legalitas PATBM tersebut, mengingat Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk pencegahan dan merespons segala bentuk kekerasan, penelantaran, serta eksploitasi terhadap anak.


Senada dengan hal itu, Plt. Camat Astambul, Refda Helmy Rakhman, dalam sambutannya turut menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada jajaran Pemerintah Desa di wilayahnya. "Saya sangat berterima kasih dan mengapresiasi kinerja seluruh Pemerintah Desa di wilayah Kecamatan Astambul karena sudah menjadikan hal ini sebagai perhatian, salah satunya dengan menyelesaikan SK PATBM ini tepat waktu," tutur Refda.


Di sisi lain, tantangan nyata mengenai kondisi anak saat ini dipaparkan langsung oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) DINSOSP3AP2KB Kabupaten Banjar, Merilu Ripner. Dalam sambutannya, Merilu mengungkapkan data krusial terkait kerentanan anak yang harus segera diantisipasi di tingkat akar rumput. "Angka tertinggi terhadap kasus anak yang pertama adalah pelecehan seksual, dan yang kedua adalah bullying (perundungan)," jelas Merilu.


Melalui forum monev ini, materi difokuskan pada pembahasan seputar kedua isu kritis tersebut beserta langkah-langkah penanganannya yang efektif. Merilu mengharapkan hal ini menjadi perhatian lebih bagi seluruh Pemerintah Desa di Kecamatan Astambul agar ikut bergerak bersama-sama secara aktif dalam program PATBM.



Secara umum, hasil monitoring menunjukkan progres yang sangat baik, terutama karena tahap administrasi krusial berupa pembuatan SK PATBM telah selesai 100% di seluruh Desa. Namun, catatan penting dari evaluasi kali ini menekankan bahwa langkah setelah terbitnya SK adalah aksi nyata di lapangan. Sinergi antarpihak terkait mulai dari Dinas, Pihak Kecamatan, Kepolisian, hingga Pemerintah Desa harus semakin dimantapkan agar penanganan dan pencegahan kekerasan pada anak dapat berjalan optimal.


Turut berhadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Astambul, Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Astambul, para Pambakal se-Kecamatan Astambul, serta beberapa perangkat Desa yang mewakili. (Gazali Rumi)


Komentar