Peringatan Hari Asyura dan Santunan Anak Yatim Warnai Kegiatan Keagamaan di RSUD Ratu Zalecha

MARTAPURA, InfoPublik – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Zalecha kembali menggelar kegiatan keagamaan rutin. Berbeda dari pekan-pekan sebelumnya, kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (25/6/2026) pagi ini dirangkai dengan peringatan Hari Asyura atau 10 Muharram 1448 H, bertempat di Langgar Darussyifa RSUD Ratu Zalecha.
Selain diisi dengan amaliah keagamaan, momentum ini juga diwarnai dengan aksi sosial berupa penyaluran santunan kepada anak-anak yatim yang berasal dari keluarga besar karyawan RSUD Ratu Zalecha.
Kepala Bidang (Kabid) Penunjang RSUD Ratu Zalecha, Bapak Subehan, menjelaskan bahwa kegiatan keagamaan ini sebenarnya merupakan agenda rutin setiap jumat dilaksanakan. Namun, karena bertepatan dengan momentum bulan Muharram, pihak rumah sakit berinisiatif memanfaatkannya untuk berbagi kebahagiaan.
"Alhamdulillah, hari ini kita melaksanakan salah satu kegiatan keagamaan dari RSUD Ratu Zalecha yang biasanya rutin setiap satu minggu sekali. Bertepatan dengan bulan Muharram ini, kita sekalian memperingati Hari Asyura 10 Muharram," ujar Subehan saat diwawancarai setelah kegiatan.
Subehan menambahkan, esensi utama dari peringatan Hari Asyura kali ini adalah untuk menumbuhkan rasa empati dan solidaritas antar karyawan melalui santunan anak yatim. Dana yang disalurkan tersebut dihimpun secara sukarela dari sumbangan sesama rekan kerja di lingkungan rumah sakit.
"Kami mengumpulkan anak-anak yatim dari karyawan RSUD Ratu Zalecha, kemudian ada sumbangan-sumbangan dari kawan-kawan untuk berempati kepada mereka semua. Mudah-mudahan bermanfaat bagi mereka," harapnya.
Kegiatan bernuansa islami ini dipimpin langsung oleh Guru Abd. Rosyid. Tampak hadir dalam acara tersebut jajaran manajemen, di antaranya Wakil Direktur (Wadir) Umum, Kabid Penunjang, Kabid Keperawatan,Kabag Perencanaan Program serta sejumlah pejabat struktural dan staf lainnya.
Sementara itu, dalam tausiyah singkatnya, Guru Rosyid memaparkan pentingnya memelihara tradisi baik di bulan Muharram. Menurutnya, momen 10 Muharram memang sudah sangat melekat di hati masyarakat dengan amalan menyantuni anak yatim, di samping berbagai amaliah keagamaan lainnya.
"Momen 10 Muharram ini kan biasanya identik dengan menyantuni anak yatim. Tapi bukan hanya itu, sebenarnya masih banyak amaliah-amaliah lain yang biasa dilakukan. Namun yang masyhur dan sudah wantar (dikenal luas) di masyarakat kita adalah menyantuni anak yatim," terang Guru Rosyid.
Beliau juga memberikan apresiasi terhadap konsistensi manajemen RSUD Ratu Zalecha yang terus memfasilitasi kegiatan positif ini dan berharap agar program sosial keagamaan tersebut bisa terus dipertahankan.
"Mudah-mudahan kegiatan ini selalu diadakan setiap tahunnya," pungkasnya. (Brigade Humas Raza)


Komentar