Rakor Kearsipan Perkuat Kapasitas Unit Kearsipan Di Kabupaten Banjar

Banjarbaru, Info Publik - Kasubbag Umum dan Kepegawaian (Umpeg) Muhammad Syamsul Mairi bersama Pengelola Arsip Salhah menghadiri kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Kearsipan dalam rangka Penguatan Kapasitas Unit Kearsipan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aeris Hotel dan menghadirkan narasumber dari Lembaga Kearsipan Daerah (LKD) Kabupaten Banjar, Prihatni Wuryatmini pusat nasional sekaligus dosen UI.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta memperkuat tata kelola kearsipan di lingkungan perangkat daerah agar lebih tertib, sistematis, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (Rabu, 24/6/2026)

Dalam penyampaiannya, narasumber menekankan pentingnya sinergi antara Unit Pengolah dan Unit Kearsipan dalam mewujudkan pengelolaan arsip yang baik. Unit Pengolah sebagai pencipta arsip bertanggung jawab mengorganisasi arsip aktif secara rapi dan sistematis, sedangkan Unit Kearsipan berperan dalam pengelolaan arsip inaktif, pelestarian, hingga pemusnahan atau penyerahan arsip statis ke lembaga kearsipan.

Amanat inti yang disampaikan adalah bahwa penguatan kapasitas harus berjalan beriringan. Unit pengolah yang tertib akan menghasilkan arsip yang berkualitas bagi unit kearsipan, sehingga mendukung terciptanya tata kelola administrasi yang akuntabel.

Selain itu, ditekankan pula pentingnya kepatuhan terhadap instrumen kearsipan, seperti Tata Naskah Dinas, Klasifikasi Arsip, Jadwal Retensi Arsip (JRA), serta Sistem Klasifikasi Keamanan dan Akses Arsip. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia juga menjadi perhatian melalui bimbingan teknis dan sertifikasi arsiparis agar sesuai dengan standar nasional.

Dalam era digital, pengelolaan arsip juga diarahkan pada pemanfaatan Aplikasi Umum Bidang Kearsipan Dinamis (SRIKANDI) sebagai bagian dari transformasi digital. Sistem ini mendukung efisiensi kerja, mempercepat pencarian dokumen, serta mengurangi penggunaan kertas (paperless) dalam tata kelola administrasi pemerintahan.

Selain itu, kegiatan ini juga menyoroti pentingnya pengawasan dan audit kearsipan secara berkala sebagai indikator keberhasilan reformasi birokrasi dan akuntabilitas instansi pemerintah.

Muhammad Syamsul Mairi menyampaikan bahwa kegiatan Rakor Kearsipan ini memberikan manfaat yang sangat besar dalam meningkatkan pemahaman dan penguatan tata kelola arsip di lingkungan perangkat daerah.

Ia menegaskan bahwa pengelolaan arsip tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga merupakan bagian penting dari sistem akuntabilitas pemerintahan yang harus dilaksanakan secara tertib, disiplin, dan berkesinambungan.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa sinergi antara Unit Pengolah dan Unit Kearsipan harus terus diperkuat agar seluruh dokumen dan arsip dapat tertata sejak awal proses penciptaannya hingga tahap penyimpanan akhir."ujar syamsul meari" 

Melalui penguatan kapasitas ini, arsip diharapkan tidak hanya menjadi tumpukan dokumen, tetapi bertransformasi menjadi aset strategis dalam pengambilan keputusan, alat bukti hukum yang sah, serta memori kolektif organisasi yang harus dijaga dan dilestarikan.


Komentar