Disbudporapar Banjar Terima Audiensi IGES Jepang dan Citieslab Nusantara Bahas Pengembangan Agrovoltaic Eco Tourism Hub
Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Banjar menerima audiensi dari Citieslab Nusantara bersama tim peneliti Institute for Global Environmental Strategies (IGES) Jepang di ruang rapat Disbudporapar Kabupaten Banjar, Selasa (23/6/2026).
Rombongan dipimpin Ketua Tim Peneliti IGES, Bijon Kumer Mitra, didampingi Satoshi Kojima, Mika Tachibana, serta Dayinta Pinasthika dari Citieslab Nusantara.
Audiensi ini merupakan tindak lanjut kegiatan penelitian kolaboratif dalam pengembangan Kawasan Perdesaan Prioritas (KPP) Banjar yang berdasarkan RPJMN 2025–2029 ditetapkan sebagai salah satu kawasan perdesaan prioritas nasional. Dalam kesempatan tersebut, tim peneliti memaparkan konsep Agrovoltaic Eco Tourism Hub yang mengintegrasikan energi terbarukan, pertanian, pariwisata, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal sebagai model pengembangan kawasan perdesaan yang berkelanjutan.
Menanggapi hal tersebut, Disbudporapar Kabupaten Banjar yang diwakili Kepala Bidang Destinasi dan Pengembangan Objek Pariwisata, Hj. Jennita Adistya Putri bersama perwakilan Bidang Pemasaran Pariwisata, menyampaikan bahwa arah pengembangan pariwisata Kabupaten Banjar saat ini difokuskan pada penguatan destinasi unggulan daerah, di antaranya kawasan Geopark Meratus, wisata alam, wisata budaya, wisata religi, serta wisata berbasis sungai.
Selain itu, konsep ekowisata menjadi bagian penting dalam pembangunan pariwisata berkelanjutan yang menitikberatkan pada pelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan ekonomi lokal. Pemerintah Kabupaten Banjar juga terbuka terhadap berbagai inovasi dan kolaborasi pengembangan destinasi wisata yang sejalan dengan prinsip keberlanjutan dan pengembangan potensi lokal.
Pengembangan kawasan pariwisata ke depan diharapkan dapat didukung melalui sinergi berbagai pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, sektor perbankan, program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), serta mitra pembangunan lainnya. Melalui kolaborasi tersebut, potensi daerah dapat dikembangkan secara optimal sehingga mampu menciptakan destinasi yang berdaya saing, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.
