Kampanye Tablet Tambah Darah di Kecamatan Beruntung Baru Tingkatkan Kesadaran Ibu Hamil Cegah Anemia dan Stunting

Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar terus berupaya meningkatkan kesehatan ibu dan anak melalui pelaksanaan Kampanye Tablet Tambah Darah (TTD) bagi Ibu Hamil. Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Kecamatan Beruntung Baru pada Senin (22/6/2026) ini diikuti oleh puluhan ibu hamil dan bertujuan meningkatkan pemahaman tentang pentingnya konsumsi Tablet Tambah Darah sebagai salah satu upaya pencegahan anemia dan stunting.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Sekretaris Kecamatan Beruntung Baru, Muhammad Kaspul Anwar. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh peserta untuk memperhatikan kesehatan selama masa kehamilan dengan menerapkan pola hidup sehat dan rutin mengonsumsi Tablet Tambah Darah.

"Kesehatan ibu hamil merupakan investasi bagi masa depan generasi kita. Dengan mengonsumsi Tablet Tambah Darah secara teratur dan menerapkan pola hidup sehat, kita dapat mencegah berbagai risiko kehamilan serta mendukung lahirnya generasi yang sehat dan berkualitas," ujarnya.

Materi kampanye disampaikan oleh Titik Hidayati, Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa anemia pada ibu hamil masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian karena dapat berdampak pada kesehatan ibu maupun janin.

"Tablet Tambah Darah sangat penting dikonsumsi selama kehamilan untuk mencegah anemia. Ibu hamil yang sehat akan melahirkan bayi yang sehat, sehingga upaya ini juga menjadi bagian penting dalam pencegahan stunting sejak dini," jelasnya.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Salah satu peserta, Agnes dari Desa Salat Makmur, menanyakan cara mengonsumsi Tablet Tambah Darah agar tidak menimbulkan rasa mual. Menanggapi hal tersebut, narasumber menjelaskan bahwa TTD sebaiknya diminum pada malam hari sebelum tidur atau setelah makan untuk membantu mengurangi rasa mual. Selain itu, tablet dapat dikonsumsi bersama air putih atau minuman yang mengandung vitamin C agar penyerapan zat besi lebih optimal.

Pertanyaan lain datang dari salah seorang ibu hamil yang sedang mengandung anak kedua dengan usia kehamilan empat bulan. Ia menanyakan apakah masih diperbolehkan menggendong anak pertama yang masih sering meminta digendong, serta apakah terdapat hubungan antara konsumsi Tablet Tambah Darah dengan risiko keguguran.

Menjawab pertanyaan tersebut, Titik Hidayati menjelaskan bahwa ibu hamil pada umumnya masih diperbolehkan menggendong anak selama kondisi kehamilan sehat dan tidak memiliki faktor risiko tertentu. Namun aktivitas tersebut harus dilakukan secara hati-hati dan tidak berlebihan. Ia juga menegaskan bahwa Tablet Tambah Darah tidak menyebabkan keguguran.

"Tablet Tambah Darah aman dikonsumsi oleh ibu hamil sesuai anjuran. Tidak ada hubungan antara konsumsi Tablet Tambah Darah dengan kejadian keguguran. Justru tablet ini membantu memenuhi kebutuhan zat besi selama kehamilan dan mencegah anemia," tegasnya.

Pada akhir kegiatan, Sekretaris Kecamatan Beruntung Baru, Muhammad Kaspul Anwar, kembali menutup acara sekaligus menyampaikan pesan kepada seluruh peserta agar disiplin menjaga kesehatan selama masa kehamilan.

"Saya berpesan kepada seluruh ibu hamil agar jangan lupa minum Tablet Tambah Darah setiap hari sesuai anjuran tenaga kesehatan. Selain itu, jangan lupa membaca dan mempelajari Buku Kesehatan Ibu dan Anak atau buku pink karena di dalamnya banyak informasi penting mengenai kehamilan, persalinan, perawatan bayi, dan kesehatan keluarga," pesannya.

Melalui Kampanye Tablet Tambah Darah ini, diharapkan kesadaran dan kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi TTD semakin meningkat sehingga dapat mendukung terwujudnya ibu hamil yang sehat, bayi yang lahir sehat, serta percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Banjar.

(IP.Kab.Banjar/Brigade Informasi RA)


Komentar