Dukung Digitalisasi Pendidikan, Disdik Banjar Salurkan 15 Unit Laptop ke SDN Pematang Panjang
SUNGAI TABUK, InfoPublik – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar terus berkomitmen mendukung percepatan digitalisasi pendidikan melalui pemerataan sarana teknologi di satuan pendidikan. Komitmen tersebut diwujudkan dengan penyerahan bantuan 15 unit laptop kepada SDN Pematang Panjang, Kecamatan Sungai Tabuk, Senin (22/6/2026).
Bantuan sarana pendidikan tersebut menjadi bagian dari program pemerataan fasilitas digital sekolah yang dilaksanakan Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar. Kehadiran perangkat teknologi ini diharapkan mampu memperkuat proses pembelajaran berbasis digital sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan di sekolah.
Penyerahan bantuan turut disaksikan oleh Pengawas Sekolah Kecamatan Sungai Tabuk, Abdurrahman, S.Pd. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya pemanfaatan bantuan secara optimal guna mendukung peningkatan mutu pendidikan dan kesiapan peserta didik menghadapi berbagai program asesmen berbasis komputer.
“Bantuan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap peningkatan kualitas pendidikan. Kami berharap laptop yang diberikan dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung proses pembelajaran, meningkatkan kompetensi digital peserta didik, serta menunjang kesiapan sekolah dalam menghadapi Asesmen Nasional maupun Tes Kemampuan Akademik,” ujar Abdurrahman.
Kepala SDN Pematang Panjang, Hj. Zubaidah, M.Pd.I., menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar atas bantuan yang diberikan. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti bagi sekolah yang selama ini terus berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran di tengah keterbatasan fasilitas teknologi.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kepercayaan serta bantuan yang diberikan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar. Meskipun sekolah kami berada cukup jauh dari pusat kota, bantuan ini membuktikan bahwa pemerintah tidak melupakan kami. Lima belas unit laptop ini akan menjadi modal berharga untuk memaksimalkan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik serta melatih keterampilan digital peserta didik,” ungkap Hj. Zubaidah.
Lebih lanjut, pihak sekolah berkomitmen mengoptimalkan penggunaan perangkat tersebut tidak hanya untuk pelaksanaan asesmen dan administrasi pendidikan, seperti pengelolaan e-rapor, tetapi juga untuk mendukung pembelajaran sehari-hari di kelas. Dengan adanya bantuan ini, keterbatasan perangkat teknologi yang selama ini dihadapi guru dan siswa diharapkan dapat teratasi secara bertahap, sehingga mendorong lahirnya inovasi pembelajaran dan meningkatkan daya saing peserta didik di era digital.
