Monev di Kecamatan Beruntung Baru, Staf Ahli Setda Banjar Tekankan Optimalisasi Peran TPK untuk Percepat Penurunan Stunting
BERUNTUNG BARU – Staf Ahli Bidang Pembangunan dan Hukum Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Banjar, Dian Marliana, didampingi Kasubag Administrasi Pemerintahan (Adpem), Devi, melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) di Aula Kecamatan Beruntung Baru, Kamis (18/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri unsur kecamatan, pemerintah desa, serta pihak terkait dalam upaya percepatan penurunan stunting di wilayah Kecamatan Beruntung Baru. Dalam kesempatan itu, dibacakan hasil rembuk stunting yang telah dilaksanakan pada pagi hari di Desa Kampung Baru.
Dari hasil rembuk tersebut diketahui bahwa Pemerintah Desa Kampung Baru telah mengalokasikan Dana Desa untuk mendukung program percepatan penurunan stunting dengan target penurunan sebesar 24 persen. Komitmen tersebut menjadi salah satu langkah konkret pemerintah desa dalam mendukung program prioritas nasional untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya ibu dan anak.
Pada kesempatan tersebut, Dian Marliana menyampaikan bahwa kunjungan ke kecamatan dan desa merupakan kesempatan yang baik untuk bertemu langsung dengan camat beserta jajarannya sekaligus memantau perkembangan program percepatan penurunan stunting. Ia mengatakan bahwa Kabupaten Banjar masih menjadi salah satu daerah yang menghadapi tantangan dalam menekan angka stunting.
Berdasarkan data yang diperoleh dari posyandu, angka stunting berada di bawah 30 persen, sedangkan berdasarkan data elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) angkanya masih cukup tinggi. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat koordinasi dan mengoptimalkan program-program pencegahan stunting hingga ke tingkat desa.
Selain itu, Dian Marliana menekankan pentingnya optimalisasi peran Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam mendampingi keluarga berisiko stunting. Menurutnya, setiap pelaksanaan rembuk stunting harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen desa dalam menjalankan program pencegahan dan penanganan stunting secara berkelanjutan.
Ia juga mengingatkan pentingnya pencegahan perkawinan usia anak dengan tidak menikahkan anak di bawah usia 19 tahun karena berpotensi meningkatkan risiko stunting dan berbagai permasalahan kesehatan lainnya.
Camat Beruntung Baru, Wahidin Noor, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, Monev yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Banjar menjadi bentuk perhatian sekaligus dukungan terhadap upaya percepatan penurunan stunting di tingkat kecamatan dan desa.
"Kami menyambut baik kegiatan Monev ini sebagai bentuk perhatian dan dukungan Pemerintah Kabupaten Banjar terhadap upaya percepatan penurunan stunting. Pemerintah Kecamatan Beruntung Baru akan terus mendorong seluruh desa untuk mengoptimalkan program pencegahan dan penanganan stunting melalui kerja sama lintas sektor serta pemanfaatan anggaran yang tepat sasaran demi mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas," ujar Wahidin Noor.
Sementara itu, Kasi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Beruntung Baru, Khairil Anwar, menegaskan bahwa penanganan stunting membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat dan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja.
"Penanganan stunting tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat. Kami akan terus meningkatkan koordinasi dan pendampingan kepada desa-desa agar program yang telah direncanakan dapat berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi penurunan angka stunting di Kecamatan Beruntung Baru," katanya.
Melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi ini, diharapkan sinergi antara Pemerintah Kabupaten Banjar, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader posyandu, serta Tim Pendamping Keluarga (TPK) semakin kuat dalam mendukung percepatan penurunan stunting. Dengan komitmen dan kerja sama seluruh pihak, target penurunan stunting di Kabupaten Banjar diharapkan dapat tercapai sehingga terwujud generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas di masa mendatang.
(IP.Kab.Banjar/Brigade Informasi RA)
