Mahasiswa Borneo Lestari Kunjungi Desa Bawahan Seberang, Angkat Budaya Banjar Melalui Sosialisasi Bapidara dan Seni Madihin

MATARAMAN-InfoPublik- Sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Borneo Lestari melaksanakan kunjungan kerja ke Desa Bawahan Seberang pada Selasa (15/6/2026) siang. Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka meminta izin sekaligus menjalin koordinasi dengan pemerintah desa terkait pelaksanaan program yang menjadi bagian dari tugas mata kuliah mereka.

Kedatangan rombongan mahasiswa disambut langsung oleh Pambakal Desa Bawahan Seberang beserta perangkat desa. Dalam pertemuan yang berlangsung di kantor desa tersebut, para mahasiswa memaparkan rencana kegiatan yang akan dilaksanakan sebagai bagian dari tugas akademik yang berfokus pada pengenalan dan pelestarian budaya lokal masyarakat Banjar.

Selain menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan, mahasiswa Borneo Lestari juga menggelar sosialisasi mengenai istilah khas masyarakat Banjar, yaitu Bapidara. Dalam pemaparannya, mahasiswa menjelaskan bahwa Bapidara merupakan salah satu istilah yang memiliki makna dan nilai budaya yang masih digunakan dalam kehidupan masyarakat Banjar. Mereka menguraikan bagaimana istilah tersebut digunakan dalam komunikasi sehari-hari serta pentingnya menjaga keberadaan kosakata lokal sebagai bagian dari identitas budaya daerah.

Tidak hanya memperkenalkan istilah Bapidara, mahasiswa juga mengaitkan materi tersebut dengan upaya pelestarian budaya melalui seni pertunjukan tradisional Madihin. Kesenian yang dikenal sebagai seni bertutur khas Banjar tersebut dinilai memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan-pesan sosial, pendidikan, serta nilai-nilai budaya kepada masyarakat.

Perwakilan mahasiswa Borneo Lestari menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tugas mata kuliah yang mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan pengabdian kepada masyarakat. Melalui pendekatan budaya dan seni, mahasiswa ingin memberikan kontribusi nyata dalam menjaga warisan budaya daerah agar tetap dikenal oleh generasi masa kini.

“Kami ingin mengenalkan kembali makna Bapidara dan mengemasnya lewat seni Madihin agar budaya Banjar tetap dikenal dan terjaga, terutama di kalangan generasi muda maupun warga desa. Selain itu, kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya lokal yang menjadi identitas masyarakat Banjar,” ujar perwakilan mahasiswa.

Menurut para mahasiswa, perkembangan teknologi dan arus globalisasi saat ini membuat sebagian istilah tradisional mulai jarang digunakan oleh generasi muda. Oleh karena itu, diperlukan berbagai upaya kreatif untuk memperkenalkan kembali kosakata dan nilai budaya lokal agar tidak tergerus oleh perubahan zaman.

Pambakal Desa Bawahan Seberang Fahmi Fauzi menyambut positif program yang dibawa oleh mahasiswa Borneo Lestari. Ia mengapresiasi kepedulian mahasiswa terhadap pelestarian budaya Banjar dan berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat desa.

"Kami sangat mendukung kegiatan yang bertujuan melestarikan budaya daerah. Kehadiran mahasiswa dengan membawa materi budaya seperti ini tentu menjadi nilai tambah bagi masyarakat, khususnya generasi muda agar lebih mengenal dan mencintai budaya Banjar," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, pihak desa juga memberikan izin dan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan yang akan dilakukan mahasiswa. Pemerintah desa berharap kerja sama antara kalangan akademisi dan masyarakat dapat terus terjalin guna mendukung pelestarian budaya sekaligus meningkatkan wawasan masyarakat tentang kekayaan tradisi daerah.

Melalui kunjungan kerja ini, mahasiswa Borneo Lestari tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga berupaya memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam menjaga eksistensi budaya Banjar melalui pengenalan istilah lokal dan pengembangan seni tradisional Madihin sebagai media edukasi yang menarik dan mudah diterima masyarakat.

Dengan adanya sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat, pelestarian budaya lokal diharapkan dapat terus berlangsung secara berkelanjutan sehingga nilai-nilai kearifan lokal Banjar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. (IP/BRIGADE/MATARAMAN/DIDI)


Komentar