Kolaborasi SMPN 2 Karang Intan dan ULM Teliti Kesehatan Fisik dan Mental Remaja

KARANG INTAN, InfoPublik – SMP Negeri 2 Karang Intan melaksanakan kerja sama dengan Tim Kompartemen Jiwa-Gadar Universitas Lambung Mangkurat dalam rangka Program Dosen Wajib Meneliti (PDWM) Tahun 2026. Kegiatan penelitian ini berlangsung pada Sabtu, 13 Juni 2026, dengan melibatkan seluruh siswa sebagai responden dalam studi kesehatan remaja.

Penelitian tersebut mengangkat tema “Profiling Kesehatan Remaja di Wilayah Lahan Basah: Strategi Pengurangan Risiko Bencana dan Dampaknya terhadap Kondisi Fisik dan Psikologis”. Kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh data komprehensif terkait kondisi kesehatan siswa yang tinggal di wilayah lahan basah sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko berbasis kesehatan.


Dalam pelaksanaannya, para siswa mengikuti rangkaian pemeriksaan kesehatan dasar yang meliputi pengukuran tinggi badan, berat badan, serta suhu tubuh. Selain itu, siswa juga diminta mengisi kuesioner yang telah disusun oleh tim peneliti untuk mengetahui kondisi kesehatan fisik dan psikologis mereka secara lebih mendalam.

Perwakilan Tim Kompartemen Jiwa-Gadar Universitas Lambung Mangkurat, Tsuwaibatul Islamiyah, S.Kep., Ns., M.S, menjelaskan tujuan kegiatan penelitian tersebut. Ia menyampaikan, “Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kesehatan fisik remaja, meliputi tinggi badan, berat badan, keluhan fisik, pola tidur, dan pola aktivitas. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji kondisi kesehatan mental siswa yang mencakup aspek depresi, ansietas, dan stres,” ujarnya.

Lebih lanjut, kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan data ilmiah yang bermanfaat dalam penyusunan strategi pengurangan risiko bencana, khususnya bagi masyarakat di wilayah lahan basah. Data tersebut juga diharapkan dapat menjadi dasar penguatan program kesehatan remaja yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan hasil penelitian dapat memberikan kontribusi nyata tidak hanya bagi dunia pendidikan dan kesehatan, tetapi juga bagi masyarakat luas dalam upaya meningkatkan kualitas hidup remaja di daerah rawan lahan basah.



Komentar