Rembuk Stunting Desa Tatah Layap Rumuskan Langkah Pencegahan dan Penanganan Stunting Tahun Anggaran 2027
Rembuk
Stunting Desa Tatah Layap Rumuskan Langkah Pencegahan dan Penanganan Stunting
Tahun Anggaran 2027
Tatah
Layap, – Pemerintah Desa Tatah Layap melaksanakan kegiatan Rembuk Stunting
dalam rangka Pencegahan dan Penanganan Stunting Tahun Anggaran 2027 pada jum’at
(12/6/2026) sebagai upaya menyusun strategi dan komitmen bersama untuk menekan
angka stunting di desa. Kegiatan ini menjadi forum penting bagi seluruh
pemangku kepentingan untuk menyatukan langkah dalam perencanaan program tahun
mendatang.
Acara
tersebut dihadiri oleh Camat Tatah Makmur yang diwakili oleh Kasi Kesejahteraan
Sosial (Kasi Kessos), Kepala KUA Tatah Makmur, Kepala Puskesmas Tatah Makmur,
Kepala PLKB, perwakilan Polsek Kertak Hanyar, Ahli Gizi, kader-kader Desa Tatah
Layap, pendamping desa, pambakal beserta perangkat desa, para Ketua RT, anggota
BPD, serta tokoh masyarakat.
Kasi
Kesejahteraan Sosial Hj.Yusmianti menyampaikan bahwa rembuk stunting merupakan
bagian penting dari upaya kolaboratif pemerintah dan masyarakat dalam
meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak sejak dini. Melalui kegiatan ini,
seluruh peserta diajak untuk merumuskan program dan kegiatan yang akan dilaksanakan
pada Tahun Anggaran 2027 agar lebih tepat sasaran dan memberikan dampak nyata
bagi penurunan stunting.
Pada
sesi diskusi dan penyuluhan, para narasumber menekankan pentingnya edukasi
kepada masyarakat mengenai pencegahan stunting sejak masa kehamilan hingga anak
memasuki usia balita. Beberapa poin penting yang menjadi perhatian bersama
antara lain perlunya merumuskan langkah-langkah konkret yang akan dilaksanakan
pada tahun 2027 sebagai tindak lanjut hasil rembuk stunting.
Selain
itu, para kader diberikan penguatan mengenai tata cara penimbangan dan
pengukuran bayi yang benar agar data pertumbuhan anak lebih akurat. Dalam
kesempatan tersebut juga disampaikan harapan agar kader-kader yang sudah
berpengalaman dapat terus dipertahankan dan tidak mudah diganti dengan kader
baru, sehingga kualitas pelayanan di lapangan tetap terjaga.
Materi
penyuluhan juga menyoroti pentingnya perawatan ibu selama masa kehamilan
sebagai salah satu faktor utama dalam mencegah stunting. Ibu hamil diimbau
untuk rutin memeriksakan kehamilan, menjaga kondisi kesehatan, serta memperoleh
pendampingan yang memadai dari tenaga kesehatan dan keluarga.
Tidak
kalah penting, peserta diberikan pemahaman mengenai perlunya memenuhi kebutuhan
nutrisi ibu hamil secara seimbang untuk mendukung pertumbuhan janin yang
optimal. Konsumsi makanan bergizi, protein, vitamin, dan mineral menjadi bagian
penting dalam upaya melahirkan generasi yang sehat.
Dalam
pembahasan tersebut juga ditegaskan pentingnya konsumsi tablet tambah darah
bagi ibu hamil untuk mencegah anemia yang dapat berdampak pada kesehatan ibu
maupun bayi. Kepatuhan dalam mengonsumsi tablet tambah darah diharapkan menjadi
perhatian bersama melalui peran aktif kader dan tenaga kesehatan.
Selain
aspek gizi, masyarakat juga diingatkan untuk menghindari paparan asap rokok,
terutama bagi ibu hamil dan anak-anak. Paparan asap rokok diketahui dapat
mengganggu kesehatan ibu dan tumbuh kembang anak serta meningkatkan risiko
berbagai masalah kesehatan, termasuk stunting.
Melalui
kegiatan Rembuk Stunting ini, Pambakal Desa Tatah Layap Iswan berharap
terbangun komitmen bersama antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader, dan
seluruh elemen masyarakat dalam mendukung program pencegahan dan penanganan
stunting secara berkelanjutan. Dengan perencanaan yang matang dan kerja sama
semua pihak, diharapkan target penurunan angka stunting di Desa Tatah Layap
pada Tahun Anggaran 2027 dapat tercapai secara optimal demi mewujudkan generasi
yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
