TP PKK Kecamatan Beruntung Baru Gelar Pengolahan Menu Sehat Bergizi dan Sosialisasi Pencegahan Stunting di Desa Jambu Burung
- KECAMATAN BERUNTUNG BARU, Sosialisasi, Pelayanan Publik, Publikasi, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak,
- kecberuntung
- 2
Upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya konsumsi makanan sehat dan bergizi terus dilakukan oleh Ketua Pokja III Ibu Mutia berkolaborasi bersama Ketua Pokja IV TP PKK Kecamatan Beruntung Baru, Ibu Elit, didampingi Pokja III dan IV PKK Desa Jambu Burung serta kader-kader desa melalui kegiatan Pengolahan Menu Sehat Bergizi (Nugget Ayam Sayuran) dan sosialisasi pencegahan stunting melalui perencanaan keluarga yang baik.
Kegiatan yang dilaksanakan di Balai Desa Jambu Burung, Rabu (10/06/2026) pagi tersebut juga diisi dengan sosialisasi alat kontrasepsi guna mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menghindari risiko 4T, yakni terlalu muda, terlalu tua, terlalu dekat, dan terlalu banyak dalam kehamilan. Edukasi ini menjadi bagian penting dalam upaya membangun keluarga sehat dan melahirkan generasi yang berkualitas.
Kegiatan tersebut diikuti oleh kader-kader PKK dan masyarakat sebagai sarana edukasi sekaligus peningkatan keterampilan dalam mengolah bahan pangan bergizi menjadi sajian yang sehat, lezat, dan menarik bagi keluarga, khususnya anak-anak. Melalui perpaduan bahan pangan berupa ayam dan aneka sayuran, peserta diberikan pemahaman mengenai cara mengolah makanan bergizi menjadi menu yang lebih variatif dan disukai anak.
Menu nugget ayam sayuran diperkenalkan sebagai salah satu alternatif makanan sehat yang dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi keluarga sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting. Selain meningkatkan wawasan tentang gizi seimbang, peserta juga diberikan praktik langsung pengolahan makanan agar dapat diterapkan di lingkungan keluarga masing-masing.
Ketua Pokja III TP PKK Kecamatan Beruntung Baru, Mutia, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada kader dan masyarakat agar lebih kreatif dalam menyajikan makanan sehat berbahan pangan lokal.
“Melalui kegiatan pengolahan menu sehat bergizi ini, kami ingin memberikan pemahaman bahwa makanan sehat tidak harus mahal, tetapi bisa diolah dari bahan yang mudah didapat dengan cara yang menarik dan disukai anak-anak. Nugget ayam sayuran ini menjadi salah satu alternatif menu bergizi untuk membantu pemenuhan nutrisi keluarga serta mendukung pencegahan stunting,” ujar Mutia.
Mutia juga menambahkan bahwa keterlibatan kader PKK sangat penting sebagai ujung tombak edukasi di masyarakat.
“Kami berharap kader-kader PKK dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing, memberikan contoh pola konsumsi sehat serta mengedukasi keluarga tentang pentingnya gizi seimbang sejak dini agar angka stunting dapat terus ditekan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Pokja IV TP PKK Kecamatan Beruntung Baru, Elit, menegaskan bahwa pencegahan stunting harus dilakukan secara terpadu melalui perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak, pola asuh, serta pemenuhan gizi keluarga.
“Pencegahan stunting tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Diperlukan kerja sama seluruh elemen, mulai dari keluarga, kader, pemerintah desa hingga tenaga kesehatan. Edukasi seperti ini menjadi langkah penting agar masyarakat memahami bagaimana memenuhi kebutuhan gizi anak dengan baik sejak dini,” tutur Elit.
Elit juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan reproduksi dan perencanaan keluarga.
“Melalui sosialisasi alat kontrasepsi, kami ingin masyarakat memahami pentingnya merencanakan kehamilan secara sehat guna menghindari risiko 4T, sehingga ibu dan anak dapat tumbuh sehat serta berkualitas,” jelasnya.
Sekretaris I TP PKK Kecamatan Beruntung Baru, Rukmala, yang hadir mewakili Ketua TP PKK Kecamatan Beruntung Baru, menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan edukatif tersebut sebagai langkah nyata mendukung peningkatan kualitas kesehatan keluarga.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini karena memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya para ibu dan kader PKK. Melalui pelatihan pengolahan makanan sehat ini, kami berharap masyarakat semakin memahami pentingnya penyajian menu bergizi untuk anak dan keluarga sebagai langkah nyata dalam mendukung pencegahan stunting,” tutur Rukmala.
Rukmala juga berharap hasil pelatihan dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.
“Ilmu yang diperoleh hari ini jangan berhenti sampai di kegiatan saja, tetapi dapat dipraktikkan di rumah dan dibagikan kepada masyarakat lainnya agar manfaatnya semakin luas,” tambahnya.
Di sisi lain, Sekretaris II TP PKK Kecamatan Beruntung Baru, Tati Yuliani, menilai kegiatan ini menjadi bentuk sinergi nyata antara pemerintah kecamatan, desa, kader PKK, dan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga.
“Kegiatan ini bukan hanya tentang memasak makanan sehat, tetapi juga membangun kesadaran bersama bahwa keluarga yang sehat berawal dari pola makan yang baik, perencanaan keluarga yang matang, serta kepedulian terhadap tumbuh kembang anak,” ujar Tati Yuliani.
Ia juga mengajak seluruh kader dan masyarakat untuk terus aktif menyebarluaskan informasi kesehatan keluarga.
“Kami berharap kader-kader PKK dapat terus menjadi penyambung informasi di tengah masyarakat agar edukasi mengenai gizi, kesehatan keluarga, dan pencegahan stunting dapat menjangkau lebih banyak keluarga,” tambahnya.
Di sisi lain, Camat Beruntung Baru, Bapak Wahidin Noor, menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pemenuhan gizi keluarga.
“Pencegahan stunting tidak hanya melalui pelayanan kesehatan, tetapi juga melalui edukasi pola makan sehat di lingkungan keluarga. Kegiatan seperti ini sangat positif karena memberikan keterampilan kepada masyarakat untuk mengolah makanan bergizi yang sehat, ekonomis, dan disukai anak-anak,” ujar Bapak Wahidin Noor.
Melalui kegiatan ini, TP PKK Kecamatan Beruntung Baru bersama TP PKK Desa Jambu Burung berharap ilmu yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta diteruskan kepada masyarakat lainnya sehingga kesadaran terhadap pentingnya gizi seimbang semakin meningkat demi menciptakan keluarga sehat, mandiri, dan generasi bebas stunting.
(IP.Kab.Banjar/Brigade Informasi Beruntung Baru.Opr.RA)
