Perkuat Mitigasi Berbasis Masyarakat, Kampung Siaga Bencana Resmi Dibentuk di Desa Pingaran Ulu
- DINAS SOSIAL, PEMBERDAYAAN PEREMPUAN, PERLINDUNGAN ANAK, PENGENDALIAN PENDUDUK DAN KELUARGA BERENCANA,
- dinsosppkb
- 4
ASTAMBUL, Info Publik - Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) bersama lintas instansi teknis resmi membentuk dan mengukuhkan Kampung Siaga Bencana (KSB) di Desa Pingaran Ulu, Kecamatan Astambul, Kamis (11/6).
Pembentukan KSB ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat mitigasi, kesiapsiagaan, serta ketangguhan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana alam secara mandiri di tingkat desa.
Kegiatan yang dipusatkan di Aula Balai Desa Pingaran Ulu tersebut melibatkan perangkat desa, tokoh masyarakat, relawan lokal, serta menghadirkan narasumber dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar), dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banjar.
### Pembekalan Materi dan Simulasi Lintas Sektor
Untuk memastikan masyarakat memiliki kesiapan yang komprehensif, baik dalam aspek mitigasi, penyelamatan, maupun pemulihan pascabencana, ketiga instansi memberikan pembekalan materi dan simulasi secara bergantian.
Narasumber pertama, **Aisyah**, Kepala Seksi pada BPBD Kabupaten Banjar, menyampaikan materi mengenai sistem manajemen penanggulangan bencana berbasis masyarakat. Peserta dibekali kemampuan memetakan wilayah rawan bencana, menentukan jalur evakuasi yang aman, serta mendirikan dan mengelola posko darurat.
Selain itu, BPBD menekankan pentingnya pendataan korban yang akurat dan pengelolaan lumbung sosial agar distribusi bantuan logistik dapat berlangsung cepat, tepat sasaran, dan merata pada masa tanggap darurat maupun pascabencana.
Selanjutnya, **Muhammad Nazar Khulaifi**, Kepala Analis Kebakaran Ahli Pertama pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Banjar, memberikan edukasi mengenai pencegahan dan penanggulangan kebakaran di kawasan permukiman yang berpotensi menjadi ancaman sekunder saat terjadi bencana.
Dalam sesi tersebut, peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga mengikuti praktik penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) serta teknik pemadaman sederhana menggunakan kain atau karung goni basah. Relawan juga mendapatkan pelatihan dasar penyelamatan (rescue) dan evakuasi mandiri untuk membantu korban dalam situasi darurat.
Sebagai materi penutup, **dr. Estriana**, Dokter Umum pada Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, memberikan pembekalan terkait pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) dan penanganan awal korban luka maupun trauma sebelum mendapatkan layanan medis lanjutan dari puskesmas atau rumah sakit.
Selain itu, Dinkes juga menyoroti pentingnya menjaga sanitasi lingkungan pengungsian, ketersediaan air bersih, serta upaya pencegahan penyebaran penyakit yang kerap muncul setelah terjadinya bencana.
### Mewujudkan Desa Tangguh Bencana
Melalui pembentukan Kampung Siaga Bencana ini, struktur kepengurusan dan sistem komando internal KSB Desa Pingaran Ulu resmi ditetapkan. Keberadaan KSB diharapkan mampu mempercepat waktu respons masyarakat dalam memberikan perlindungan dan bantuan awal saat terjadi keadaan darurat.
Sinergi antara BPBD, Damkar, dan Dinas Kesehatan dalam kegiatan ini menegaskan bahwa penanggulangan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat yang dimulai dari tingkat desa.
Kegiatan ditutup dengan simulasi terpadu yang melibatkan seluruh peserta untuk mempraktikkan alur koordinasi dan penanganan keadaan darurat sesuai materi yang telah diberikan selama pelatihan.
Versi ini lebih sesuai untuk publikasi pada website pemerintah, siaran pers, atau media lokal karena menggunakan gaya bahasa yang lebih ringkas, formal, dan konsisten.
Intan/Adam/Dinsos P3AP2KB Kab. Banjar
