BPBD Banjar Gencarkan Edukasi Karhutla di Karang Intan, Warga Diajak Tolak Pembakaran Lahan
Martapura, InfoPublik – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar terus meningkatkan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui kegiatan edukasi dan sosialisasi langsung kepada masyarakat. Kali ini, kegiatan dilaksanakan di Desa Pulau Nyiur, Kecamatan Karang Intan, dengan membagikan leaflet edukasi serta menyampaikan imbauan larangan pembakaran hutan dan lahan kepada warga setempat.
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Banjar bersama staf BPBD yang turun langsung ke lapangan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai bahaya dan dampak yang ditimbulkan akibat kebakaran hutan dan lahan.
Sosialisasi dilakukan secara door to door dan di titik-titik aktivitas warga, sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima secara langsung oleh masyarakat. Selain membagikan leaflet edukasi, petugas juga mengajak warga untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan serta tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Kegiatan edukasi ini dilakukan sebagai langkah antisipasi meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Banjar. Berdasarkan informasi pemantauan hotspot, pada 7 Juni 2026 terdeteksi titik panas dengan tingkat kepercayaan sedang (medium) berdasarkan satelit NASA-NOAA20 pada koordinat S -3.41636° dan E 115.08173° di wilayah Desa Balau, Kecamatan Karang Intan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, mengatakan bahwa edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat merupakan langkah penting dalam upaya pencegahan karhutla sebelum terjadi kebakaran yang lebih luas.
"Upaya pencegahan harus dilakukan secara bersama-sama. Melalui pembagian leaflet dan sosialisasi langsung kepada masyarakat, kami ingin meningkatkan kesadaran warga agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun hutan dalam bentuk apa pun. Peran aktif masyarakat sangat menentukan keberhasilan pencegahan karhutla di Kabupaten Banjar," ujarnya.
Wasis juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada aparat desa, BPBD, atau instansi terkait apabila menemukan titik api, asap, maupun aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran hutan dan lahan.
Melalui kegiatan edukasi yang dilaksanakan secara berkelanjutan, BPBD Kabupaten Banjar berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan semakin meningkat sehingga risiko kebakaran hutan dan lahan dapat ditekan dan wilayah Kabupaten Banjar tetap aman dari ancaman karhutla.NH
