Dinsos P3AP2KB Banjar Gelar Sosialisasi Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat
- DINAS SOSIAL, PEMBERDAYAAN PEREMPUAN, PERLINDUNGAN ANAK, PENGENDALIAN PENDUDUK DAN KELUARGA BERENCANA,
- dinsosppkb
- 24
Martapura, Info Publik - Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kabupaten Banjar sukses menggelar kegiatan Sosialisasi Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) Tahun 2026 pada Kamis (4/6/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya nyata dalam memperkuat benteng perlindungan anak dari tingkat desa dan kelurahan, guna menekan angka kekerasan serta memenuhi hak-hak anak secara optimal. Acara yang berlangsung dengan antusiasme tinggi ini menghadirkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari aparat desa, tokoh masyarakat, hingga kader aktivis PATBM tingkat kecamatan.
Dalam sambutannya, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kabid PPPA) Dinsos P3AP2KB Kabupaten Banjar menyampaikan bahwa PATBM merupakan sebuah gerakan dari, oleh, dan untuk masyarakat. Melalui penguatan kapasitas ini, pihak dinas ingin memastikan bahwa setiap desa di Kabupaten Banjar memiliki mata, telinga, dan hati yang peka untuk mendeteksi dini sekaligus mencegah segala bentuk kekerasan terhadap anak di lingkungan mereka.
Langkah ini mendapat dukungan penuh dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Kalimantan Selatan. Narasumber dari pihak provinsi menegaskan bahwa sinergitas antara kebijakan kabupaten dan aksi riil di tingkat akar rumput adalah kunci utama. Pihaknya sangat mengapresiasi komitmen Kabupaten Banjar yang konsisten menghidupkan fungsi PATBM ini, karena perlindungan anak tidak akan bisa maksimal tanpa adanya keterlibatan aktif dari komunitas lokal itu sendiri.
Menyambung hal tersebut, Kepala Seksi Perlindungan Hak Perempuan dan Perlindungan Anak (Kasi PHPPA) Dinsos P3AP2KB Kabupaten Banjar menjelaskan bahwa fokus utama kegiatan hari ini adalah membekali para kader dengan pemahaman instrumen deteksi dini dan alur pelaporan yang tepat. Upaya ini dilakukan untuk memangkas birokrasi pelaporan agar penanganan kasus anak yang berhadapan dengan hukum maupun kekerasan bisa diintervensi secepat mungkin, demi menjaga psikologis sang anak.
Komitmen serupa juga disuarakan oleh salah satu peserta sosialisasi yang berhadir. Ia mengungkapkan bahwa pelatihan hari ini sangat membuka mata warga bahwa menjaga anak-anak bukan hanya tugas orang tua kandung saja, melainkan tugas satu kampung. Setelah pulang dari kegiatan ini, para peserta berkomitmen untuk segera mengaktifkan pos pengaduan ramah anak di tingkat desa agar anak-anak di lingkungan mereka merasa lebih aman dan terlindungi.
Melalui kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis ini, Dinsos P3AP2KB Kabupaten Banjar berharap jejaring PATBM dapat semakin solid dan responsif, sehingga visi mewujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA) yang aman dan ramah bagi pertumbuhan generasi masa depan dapat segera terakselerasi dengan baik.
Dyah/Adam/Dinsos P3AP2KB Kab.Banjar
