Sentuhan Alam untuk Pendidikan Anak Usia Dini, Guru PAUD Gugus I Martapura Kembangkan Keterampilan Ecoprint

BANJARBARU, InfoPublik - Suasana berbeda mewarnai kegiatan peningkatan kompetensi guru yang tergabung dalam Gugus PAUD I Kecamatan Martapura. Bertempat di kawasan Hutan Pinus Banjarbaru, Kamis (4/6/2026), para pendidik mengikuti praktik pembuatan ecoprint yang diselenggarakan oleh Pusat Kegiatan Gugus (PKG) Kecamatan Martapura sebagai upaya mendorong kreativitas dan inovasi pembelajaran berbasis lingkungan.

Di tengah suasana alam yang sejuk dan asri, peserta mendapatkan materi sekaligus pendampingan praktik dari narasumber, Ms. Reni. Kegiatan ini memperkenalkan teknik ecoprint, yaitu seni menghias kain menggunakan motif alami yang berasal dari daun dan tumbuhan di sekitar lingkungan, sehingga menghasilkan karya yang unik dan bernilai estetika.

Tidak hanya menerima penjelasan teori, para peserta juga diajak terlibat langsung dalam setiap tahapan pembuatan ecoprint. Mulai dari memilih jenis daun, menyusun pola pada kain, menggulung bahan, hingga proses pengukusan yang menjadi tahap penting dalam menghasilkan motif alami dengan warna dan corak yang beragam.

Ketua PKG Kecamatan Martapura, Mardiana, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen PKG dalam meningkatkan kompetensi guru PAUD melalui pelatihan yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan pembelajaran saat ini. “Kegiatan praktik ecoprint ini merupakan salah satu upaya PKG Kecamatan Martapura untuk meningkatkan kompetensi dan kreativitas guru PAUD. Kami berharap para peserta dapat mengembangkan keterampilan yang diperoleh hari ini menjadi kegiatan pembelajaran yang menarik, inovatif, dan menumbuhkan kecintaan anak terhadap lingkungan,” ujarnya.

Pengawas TK Kecamatan Martapura, Rahmadi, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, praktik ecoprint tidak hanya memberikan keterampilan baru kepada guru, tetapi juga membuka peluang untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual dan dekat dengan kehidupan anak. “Melalui praktik ecoprint, guru tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga mendapatkan inspirasi untuk menghadirkan pembelajaran yang kreatif, kontekstual, dan berbasis potensi alam sekitar. Semoga ilmu yang diperoleh hari ini dapat diterapkan dan dikembangkan di masing-masing satuan,” tuturnya.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka aktif berdiskusi, bereksperimen dengan berbagai jenis daun, serta saling berbagi pengalaman dalam menciptakan motif yang menarik. Kegiatan ini sekaligus memperkenalkan pemanfaatan bahan-bahan alami sebagai media pembelajaran yang ramah lingkungan dan mudah diterapkan di satuan PAUD.

Pada sesi akhir, peserta menyelesaikan proses ecoprint yang telah dibuat sejak awal kegiatan. Beragam hasil karya dengan motif daun yang unik dan warna alami berhasil tercetak pada kain, menunjukkan kreativitas serta ketelitian para peserta. Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama narasumber, Ketua PKG, Pengawas TK, dan seluruh peserta sambil menampilkan hasil karya ecoprint sebagai simbol keberhasilan proses belajar bersama serta komitmen menghadirkan pembelajaran yang inovatif dan berwawasan lingkungan.


Komentar