Jelang Musim Kemarau, BPBD Banjar Satukan Kekuatan TNI, Polri, Relawan dan Masyarakat dalam Gladi Karhutla 2026
Martapura Barat, InfoPublik– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar menggelar Gladi Penanggulangan Bencana Tahun 2026 dengan tema Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Desa Sungai Rangas Tengah, Kecamatan Martapura Barat, pada 3–4 Juni 2026.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya peningkatan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan yang diperkirakan meningkat pada musim kemarau tahun ini. Gladi penanggulangan bencana tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, relawan kebencanaan hingga masyarakat.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari langkah mitigasi bencana yang secara rutin dilaksanakan untuk memastikan kesiapan seluruh sumber daya dalam menghadapi ancaman karhutla.
“Kegiatan kesiapsiagaan terhadap bencana karhutla ini merupakan upaya mitigasi bencana yang kami laksanakan untuk melihat sejauh mana kesiapan personel, peralatan, maupun sumber daya yang ada dalam menghadapi risiko bencana di Kabupaten Banjar, khususnya kebakaran hutan dan lahan,” ujar Wasis.
Menurutnya, gladi penanggulangan bencana dengan tema pengendalian kebakaran hutan dan lahan ini dimaksudkan sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan, koordinasi, dan sinergitas antarinstansi, baik pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, relawan maupun masyarakat dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan.
Selain itu, kegiatan ini bertujuan melatih kemampuan personel dan penggunaan peralatan penanggulangan bencana, memperkuat sistem komando dan komunikasi lapangan, meningkatkan kecepatan serta ketepatan penanganan keadaan darurat, serta membangun kesadaran bersama akan pentingnya pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan guna meminimalisir dampak kerusakan lingkungan, gangguan kesehatan, dan kerugian sosial ekonomi.
Selama pelaksanaan gladi, para peserta mendapatkan pembekalan teori dan praktik lapangan terkait teknik penanganan kebakaran lahan. Materi pelatihan disampaikan langsung oleh tim Manggala Agni Kalimantan Selatan yang memiliki kompetensi dan pengalaman dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan.
Simulasi yang dilakukan meliputi penggunaan peralatan pemadaman, teknik pemadaman api di lahan terbuka, prosedur koordinasi antarinstansi, hingga tata cara penanganan kejadian kebakaran di wilayah yang sulit dijangkau.
Wasis menjelaskan, apabila kebakaran terjadi di lokasi yang tidak dapat diakses melalui jalur darat, BPBD Kabupaten Banjar akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat untuk mendapatkan dukungan penanganan dari udara.
“Kami akan berupaya semaksimal mungkin menjangkau titik api. Namun apabila kondisi di lapangan tidak memungkinkan, maka kami akan meminta bantuan ke tingkat provinsi maupun pusat untuk melakukan pemadaman dari udara,” jelasnya.
BPBD Kabupaten Banjar juga terus mendorong penguatan kapasitas masyarakat melalui pembentukan dan pengembangan tim siaga bencana di tingkat desa. Keberadaan tim tersebut dinilai penting sebagai garda terdepan dalam mendeteksi dini dan melakukan penanganan awal saat terjadi kebakaran maupun bencana lainnya.
Berdasarkan prakiraan musim dari instansi terkait, puncak musim kemarau di wilayah Kalimantan Selatan diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September 2026. Oleh karena itu, kesiapan personel, peralatan, dan sistem koordinasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko dan dampak kebakaran hutan dan lahan.
Melalui kegiatan gladi penanggulangan bencana ini, BPBD Kabupaten Banjar berharap terbangun koordinasi yang semakin kuat antara pemerintah, aparat keamanan, relawan, dan masyarakat sehingga upaya pencegahan serta penanganan karhutla dapat dilakukan secara cepat, tepat, efektif, dan terpadu.NH
