Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Banjar Gelar Sosialisasi B2SA di Desa Sungai Jati

MATARAMAN-InfoPublik- Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Banjar melaksanakan kegiatan Sosialisasi Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) di Desa Sungai Jati, Kecamatan Mataraman, pada Rabu (3/6/2026) pagi. Kegiatan ini dihadiri oleh warga masyarakat Desa Sungai Jati yang antusias mengikuti penyuluhan mengenai pentingnya pola konsumsi pangan sehat dan bergizi bagi keluarga.

Kegiatan sosialisasi dibuka oleh Darto, perwakilan dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Banjar. Dalam sambutannya, ia mengajak masyarakat untuk menerapkan pola konsumsi B2SA dalam kehidupan sehari-hari dengan memanfaatkan bahan pangan lokal yang tersedia di lingkungan sekitar.

Menurutnya, pola makan yang beragam dan bergizi merupakan salah satu kunci utama dalam menciptakan keluarga yang sehat serta mencegah berbagai permasalahan gizi di masyarakat.

Sementara itu, Pambakal Desa Sungai Jati, Muhyuni, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Banjar yang telah memilih Desa Sungai Jati sebagai lokasi pelaksanaan sosialisasi B2SA. Ia menilai kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat dalam meningkatkan pengetahuan tentang pola konsumsi pangan yang sehat.

“Atas nama Pemerintah Desa Sungai Jati, kami mengucapkan terima kasih kepada Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Banjar yang telah memberikan edukasi dan pembinaan kepada masyarakat kami. Kegiatan seperti ini sangat penting karena dapat menambah wawasan warga mengenai pentingnya menjaga pola makan yang sehat dan bergizi untuk seluruh anggota keluarga,” ujar Muhyuni.

Muhyuni menjelaskan bahwa upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi juga memerlukan kesadaran dan peran aktif setiap keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari.

“Kami berharap masyarakat tidak hanya memahami materi yang disampaikan hari ini, tetapi juga dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pola makan yang baik dan pemanfaatan pangan lokal yang tersedia, kita dapat menciptakan keluarga yang lebih sehat, kuat, dan produktif,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih memanfaatkan lahan pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga melalui penanaman sayuran, buah-buahan, dan tanaman pangan lainnya yang dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi rumah tangga.

“Desa kita memiliki potensi yang cukup besar untuk pengembangan pangan keluarga. Pekarangan rumah dapat dimanfaatkan untuk menanam berbagai jenis sayuran dan tanaman yang bernilai gizi tinggi. Selain menghemat pengeluaran rumah tangga, hasilnya juga lebih sehat dan dapat menunjang kebutuhan gizi keluarga,” tambahnya.

Lebih lanjut, Muhyuni menegaskan bahwa Pemerintah Desa Sungai Jati akan terus mendukung program-program yang berkaitan dengan ketahanan pangan, peningkatan gizi masyarakat, serta pencegahan stunting.

“Kami berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait dalam mendukung program ketahanan pangan dan peningkatan kesehatan masyarakat. Harapan kami, melalui edukasi seperti ini, masyarakat semakin sadar akan pentingnya konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman demi menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas,” tuturnya.

Kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab dan diskusi antara narasumber dan peserta. Warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi mengenai pola konsumsi keluarga, kebutuhan gizi anak, serta pemanfaatan bahan pangan lokal yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Sungai Jati semakin memahami pentingnya penerapan pola konsumsi B2SA sehingga mampu meningkatkan kualitas kesehatan keluarga dan mendukung terwujudnya masyarakat yang sehat, mandiri, serta memiliki ketahanan pangan yang kuat.(IP/BRIGADE/MATARAMAN/DIDI)


Komentar