Kecamatan Mataraman Perkuat Sinergi Pelaksanaan Program MBG 3B untuk Tekan Stunting
MATARAMAN, InfoPublik – Komitmen Pemerintah Kecamatan Mataraman dalam menekan angka stunting terus diperkuat melalui berbagai langkah nyata. Salah satunya melalui rapat koordinasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) yang dipimpin langsung oleh Camat Mataraman, Heryanto, Jumat (29/5/2026) siang.
Rapat koordinasi tersebut dilaksanakan bersama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mataraman dan melibatkan berbagai pihak terkait, di antaranya Puskesmas Mataraman serta Balai Penyuluhan Keluarga Berencana (BPKB) Kecamatan Mataraman. Kegiatan ini bertujuan menyatukan langkah dan strategi agar pelaksanaan Program MBG berjalan efektif dan tepat sasaran.
Dalam arahannya, Heryanto menegaskan bahwa stunting merupakan persoalan serius yang membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat. Menurutnya, pemenuhan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita menjadi faktor penting dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.
“Kami berharap program ini benar-benar mampu memberikan dampak signifikan terhadap upaya penanggulangan stunting di Kecamatan Mataraman. Dengan kerja sama semua pihak, kami optimistis angka stunting dapat ditekan,” ujarnya.
Program MBG 3B merupakan bagian dari program Badan Gizi Nasional yang difokuskan pada pencegahan stunting selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Sasaran utama program ini meliputi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD yang dinilai rentan mengalami permasalahan gizi.
Perwakilan SPPG Mataraman, Mili, menjelaskan bahwa pelaksanaan Program MBG ditargetkan menjangkau sedikitnya 300 penerima manfaat di wilayah Kecamatan Mataraman. Program tersebut mulai dijalankan pada Jumat (29/5/2026) dengan sasaran awal di Desa Simpang Tiga dan Desa Mataraman.
Menurutnya, setiap paket makanan yang diberikan telah disesuaikan dengan standar gizi seimbang sesuai pedoman Kementerian Kesehatan, dengan kandungan energi sekitar 500 hingga 600 kilokalori per porsi. Menu yang disiapkan diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan nutrisi ibu dan balita penerima manfaat.
Meski demikian, pelaksanaan program di lapangan masih menghadapi sejumlah tantangan. Selain kondisi geografis yang cukup sulit dijangkau di beberapa wilayah, terdapat pula kendala administrasi kependudukan. Masih ditemukan bayi, balita, maupun ibu penerima manfaat yang belum memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK), sehingga menyulitkan proses pendataan.
Sementara itu, pihak Puskesmas Mataraman menyampaikan adanya potensi kendala bagi keluarga penerima manfaat dalam mengambil makanan ke titik distribusi, baik di Poskesdes maupun kantor desa. Faktor jarak dan keterbatasan sarana transportasi dinilai dapat memengaruhi kelancaran penyaluran makanan bergizi kepada sasaran program.
Menanggapi hal tersebut, pihak SPPG Mataraman menyarankan agar mekanisme distribusi dilakukan melalui pengantaran langsung ke rumah penerima manfaat, terutama bagi keluarga yang berada di wilayah sulit dijangkau atau memiliki keterbatasan akses transportasi.
Melalui koordinasi lintas sektor tersebut, Pemerintah Kecamatan Mataraman berharap Program MBG 3B tidak hanya menjadi upaya pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemenuhan nutrisi sejak dini guna menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting. (IP/BRIGADE/MATARAMAN/DIDI)
