Seni Kolase dan Storytelling Warnai Edukasi Kurban di TK Azzahra Astambul
ASTAMBUL, InfoPublik – Suasana ceria dan penuh antusiasme tampak mewarnai kegiatan pembelajaran di TK Azzahra, Kecamatan Astambul, Jumat (29/5). Puluhan anak didik mengikuti kegiatan seni, kreativitas, dan keagamaan bertema pengenalan hewan kurban yang dikemas secara interaktif untuk menstimulasi perkembangan motorik sekaligus menanamkan nilai-nilai religius sejak usia dini.
Kegiatan diawali dengan aktivitas kolase bulu domba menggunakan kapas putih yang ditempel pada pola gambar hewan kurban. Dengan pendampingan para guru, anak-anak terlihat telaten menyelesaikan karya masing-masing sambil belajar mengenal bentuk dan tekstur.
Guru TK Azzahra, Winnie Astuti, S.Pd mengatakan, kegiatan kolase menjadi salah satu metode pembelajaran yang efektif untuk melatih kemampuan motorik halus anak. Selain itu, kegiatan tersebut juga membantu meningkatkan konsentrasi dan sensitivitas sensorik peserta didik.
“Melalui kolase ini, kami ingin melatih motorik halus dan kepekaan sensorik anak-anak. Mereka belajar tekstur, kerapian, sekaligus melatih konsentrasi,” ujar Winnie Astuti di sela kegiatan.
Suasana pembelajaran semakin hidup saat memasuki sesi storytelling atau bercerita. Dengan menggunakan media boneka tangan, para guru menyampaikan kisah keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS terkait sejarah ibadah kurban. Anak-anak tampak fokus menyimak cerita sambil berinteraksi aktif dengan guru.
Selain itu, anak-anak juga diajak mengikuti eksplorasi hewan ternak melalui diskusi ringan mengenai ciri-ciri sapi, kambing, dan domba. Kegiatan berlangsung meriah ketika peserta didik menirukan suara hewan, menghitung jumlah kaki, hingga mengenali jenis makanan ternak secara bersama-sama.
Kepala TK Azzahra, Ernawati, S.Pd menyampaikan bahwa konsep belajar sambil bermain dinilai mampu memperkuat daya ingat anak sekaligus membentuk karakter religius. “Pembelajaran yang dikemas menyenangkan membuat anak lebih mudah memahami materi dan menanamkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Kegiatan tersebut turut mendapat apresiasi dari Pengawas TK Kecamatan Astambul, Santi Sutiono, S.Pd yang menilai para guru berhasil menciptakan suasana belajar aktif, kreatif, dan inovatif. Melalui kegiatan terpadu ini, diharapkan anak-anak tidak hanya berkembang dari sisi motorik dan kognitif, tetapi juga memiliki kedekatan emosional dengan nilai-nilai keislaman sejak dini.
