Dinkes Banjar Laksanakan Pembinaan Persiapan Lomba PHBS di Desa Gunung Ulin

MATARAMAN, InfoPublik – Dinas Pertanian melaksanakan sosialisasi pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) dan perkebunan di Desa Pasiraman, Kecamatan Mataraman, Senin (25/5/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat dan petani terhadap pengendalian organisme pengganggu tumbuhan.


Kegiatan tersebut dihadiri Staf Kecamatan Mataraman, Rajudin, bersama unsur pemerintah desa, penyuluh pertanian lapangan, kelompok tani, serta masyarakat setempat.


Acara dibuka Kepala Dinas Pertanian, Warsita. Dalam sambutannya, ia menyampaikan sektor pertanian dan perkebunan merupakan salah satu penopang utama perekonomian masyarakat sehingga perlu mendapat perhatian serius, khususnya dalam penanganan organisme pengganggu tumbuhan yang dapat menurunkan hasil produksi petani.


Menurutnya, berbagai jenis hama dan penyakit tanaman saat ini menjadi tantangan bagi para petani. Karena itu, diperlukan pengetahuan dan pemahaman yang baik terkait langkah pencegahan maupun pengendalian yang tepat agar kerugian dapat diminimalkan.


“Melalui kegiatan sosialisasi ini, kami berharap para petani dan masyarakat dapat memahami cara pengendalian organisme pengganggu tumbuhan secara efektif, aman, dan berkelanjutan sehingga hasil pertanian maupun perkebunan dapat terus meningkat,” ujarnya.


Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai jenis organisme pengganggu tumbuhan yang sering menyerang tanaman pertanian dan perkebunan, teknik identifikasi dini, penggunaan pestisida secara bijak, hingga penerapan pengendalian terpadu yang ramah lingkungan.


Staf Kecamatan Mataraman, Rajudin, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai sosialisasi seperti ini sangat penting untuk menambah wawasan para petani dalam menghadapi berbagai ancaman terhadap tanaman yang dapat memengaruhi produktivitas hasil panen.


“Kami dari pihak kecamatan sangat mendukung kegiatan ini karena memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya para petani. Harapannya, ilmu yang diperoleh hari ini dapat diterapkan di lapangan sehingga hasil pertanian dan perkebunan masyarakat semakin baik,” katanya.


Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi sesi diskusi dan tanya jawab antara peserta dan narasumber. Para petani memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai permasalahan yang dihadapi di lapangan, termasuk serangan hama dan penyakit tanaman yang kerap terjadi pada musim tertentu.


Kegiatan sosialisasi berlangsung lancar, tertib, dan penuh antusiasme hingga acara selesai. Pemerintah berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna mendukung peningkatan kualitas sektor pertanian dan perkebunan di wilayah Kecamatan Mataraman.


Komentar