Camat Mataraman Hadiri Rapat Koordinasi Kecamatan Bahas Program Prioritas Daerah

MATARAMAN, InfoPublik – Camat Mataraman, Heryanto, menghadiri rapat koordinasi kecamatan yang dilaksanakan di Aula Barakat Setda Kabupaten Banjar, Senin (25/5/2026).


Kegiatan tersebut menjadi forum strategis dalam memperkuat koordinasi antara pemerintah kabupaten dan pemerintah kecamatan dalam pelaksanaan berbagai program prioritas pembangunan daerah.


Rapat koordinasi dihadiri Bupati Banjar H. Saidi Mansyur, Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar Yudi Andrea, para kepala SKPD terkait, serta camat se-Kabupaten Banjar.


Dalam arahannya, Bupati Banjar menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antarperangkat daerah hingga tingkat kecamatan agar program pembangunan dan pelayanan pemerintahan dapat berjalan optimal dan tepat sasaran. Menurutnya, kecamatan memiliki peran penting sebagai ujung tombak pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.


Berbagai program prioritas daerah menjadi pembahasan dalam rapat koordinasi tersebut. Sejumlah perangkat daerah memaparkan capaian dan langkah strategis terkait penanggulangan stunting, penguatan program Kabupaten Layak Anak (KLA), penanggulangan narkoba, serta mekanisme penyaluran bantuan bencana kepada masyarakat terdampak.


Pada sesi pembahasan penanggulangan stunting, Camat Mataraman Heryanto menyampaikan sejumlah hal penting yang perlu menjadi perhatian kader dan petugas kesehatan di lapangan. Ia menegaskan akurasi pengukuran balita menjadi faktor penting dalam menentukan validitas data stunting.


Menurut Heryanto, saat melakukan pengukuran tinggi badan balita usia kurang dari dua tahun dengan posisi berdiri, kader harus menambahkan hasil pengukuran sebesar 0,7 sentimeter sesuai ketentuan standar pengukuran antropometri.


“Hal ini penting diperhatikan agar hasil pengukuran tidak menimbulkan kesalahan data yang nantinya dapat memengaruhi penanganan stunting,” ujarnya.


Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya memastikan alat antropometri berada dalam kondisi baik dan terpasang dengan benar sebelum digunakan. Para kader, lanjutnya, harus memahami serta berpedoman pada standar operasional prosedur (SOP) pengukuran agar hasil yang diperoleh benar-benar akurat.


Heryanto juga menekankan apabila ditemukan adanya anomali atau ketidaksesuaian hasil pengukuran di lapangan, maka harus segera dilakukan validasi ulang guna memastikan data yang masuk benar-benar sesuai dengan kondisi balita yang diukur.


“Validasi ulang sangat diperlukan apabila ada hasil pengukuran yang tidak sesuai atau diragukan, sehingga data stunting yang dilaporkan tetap valid dan dapat dipertanggungjawabkan,” tambahnya.


Ia berharap seluruh pihak, baik pemerintah kecamatan, tenaga kesehatan, kader posyandu, maupun unsur terkait lainnya dapat terus meningkatkan koordinasi dan kerja sama dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting di Kecamatan Mataraman.


Selain membahas persoalan stunting, rapat koordinasi juga menyoroti penguatan program Kabupaten Layak Anak sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memenuhi hak-hak anak dan menciptakan lingkungan yang aman serta ramah bagi tumbuh kembang anak.


Dalam bidang penanggulangan narkoba, pemerintah daerah mengajak seluruh kecamatan untuk meningkatkan sosialisasi dan pengawasan di lingkungan masyarakat, khususnya terhadap generasi muda agar terhindar dari penyalahgunaan narkotika.


Sementara itu, terkait penyaluran bantuan bencana, pemerintah daerah meminta seluruh kecamatan terus meningkatkan kesiapsiagaan dan memastikan distribusi bantuan kepada masyarakat terdampak dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan merata.


Melalui rapat koordinasi ini diharapkan terjalin komunikasi dan koordinasi yang semakin kuat antara pemerintah kabupaten dan pemerintah kecamatan dalam mendukung keberhasilan program pembangunan serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Banjar.


Komentar