Dinsos P3AP2KB Gelar Bimtek Anggaran Responsif Gender untuk Perencana Kecamatan dan SKPD Sekaligus Penganugrahan Gender Champion Tahun 2026

MARTAPURA, InfoPublik – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kabupaten Banjar menyelenggarakan Rapat Koordinasi Evaluasi Pengumpulan Data Terpilah Gender dan Anak untuk Perencana Kecamatan dan SKPD Tahun 2026.
Bertempat di Aula Dinas Sosial P3AP2KB, Rabu (20/5/2026).

Rakor ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Banjar Erny Wahdini.

Erny Wahdini menyampaikan pelaksanaan kegiatan ini sebagai bentuk komitmen dalam mewujudkan perencanaan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan gender.

"Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman serta kapasitas aparatur pemerintah daerah dalam mengintegrasikan perspektif gender ke dalam proses perencanaan dan penganggaran daerah," ujarnya.

Rapat Koordinasi ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kapasitas aparatur dalam menyusun program dan kegiatan yang responsif terhadap kebutuhan laki-laki dan perempuan secara adil dan setara. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan Pengarusutamaan Gender (PUG) di lingkungan pemerintah daerah.

Narasumber dalam rakor ini ialah Fungsional Perencana Bapperida Kabupaten Banjar, Sihabuddin, yang memberikan pemaparan mengenai Anggaran Responsif Gender (ARG) untuk perencana SKPD dan Kecamatan Kabupaten Banjar serta Kabid PPPA Dinsos P3AP2KB Kabupaten Banjar, Merilu Ripner, yang menyampaikan bahwa pembangunan yang responsif gender merupakan bagian penting dalam menciptakan pelayanan publik yang adil, merata, dan tepat sasaran.

Oleh karena itu, peran para perencana SKPD dan Kecamatan sangat strategis dalam memastikan setiap program pembangunan mampu menjawab kebutuhan masyarakat baik laki-laki maupun perempuan secara proporsional. 

Kegiatan yang diikuti oleh para perencana dari seluruh SKPD dan Kecamatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banjar ini dilaksanakan guna memperkuat implementasi Pengarusutamaan Gender (PUG) dalam penyusunan program dan kegiatan tahun anggaran 2026.

Melalui bimtek tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai konsep dasar gender, penyusunan Gender Analysis Pathway (GAP), Gender Budget Statement (GBS), serta langkah-langkah penerapan Anggaran Responsif Gender pada dokumen perencanaan dan penganggaran.

Melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis Anggaran Responsif Gender Tahun 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Banjar berharap seluruh perencana SKPD dan Kecamatan dapat menerapkan prinsip-prinsip penganggaran responsif gender secara optimal sehingga program pembangunan daerah semakin berkualitas, inklusif, dan memberikan manfaat yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat. (Hana/Aida/Dinsos P3AP2KB Kab. Banjar)


Komentar