Tingkatkan Perlindungan Anak Sejak Dini, Kabupaten Banjar Gelar Sosialisasi Sekolah Ramah Anak Jenjang PAUD

​MARTAPURA, InfoPublik - Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Pendidikan berkolaborasi dengan Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Banjar terus berkomitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi anak-anak. Hal ini diwujudkan melalui pelaksanaan kegiatan Sosialisasi Sekolah Ramah Anak (SRA) Jenjang PAUD Tingkat Kabupaten Banjar Tahun 2026 Batch 3 yang berlangsung khidmat di Gedung Demang Lehman BGTK Provinsi Kalimantan Selatan (20/5/2026).

​Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pendidik, pengelola yayasan PAUD, serta para pemangku kepentingan di bidang pendidikan anak usia dini. Sosialisasi ini bertujuan untuk menyamakan persepsi serta memberikan panduan praktis bagi satuan pendidikan PAUD dalam menerapkan prinsip-prinsip pemenuhan hak dan perlindungan anak selama berada di lingkungan sekolah.

​Kepala Dinsos P3AP2KB Kabupaten Banjar Hj Erny Wahdini menegaskan bahwa pembentukan karakter dan perlindungan anak harus dimulai sejak usia emas (golden age). Sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar calistung (baca, tulis, hitung), melainkan harus menjadi rumah kedua yang menjamin rasa aman bagi anak.

​"Melalui sosialisasi Batch 3 ini, kita ingin memastikan bahwa seluruh satuan PAUD di Kabupaten Banjar bukan sekadar tempat belajar, tetapi bertransformasi menjadi zona aman yang bebas dari perundungan, kekerasan, maupun diskriminasi. Sinergi antara pemenuhan hak anak dan sistem pendidikan yang inklusif adalah kunci utama mewujudkan Kabupaten Layak Anak," ujarnya.

​Selain aspek perlindungan fisik dan psikologis, penerapan Sekolah Ramah Anak juga wajib diintegrasikan ke dalam sistem pembelajaran dan tata kelola penilaian di sekolah. Penyusunan iklim belajar yang menyenangkan menjadi salah satu indikator keberhasilan SRA di tingkat PAUD.

​"Kami di bidang kurikulum terus mendorong agar proses asesmen dan metode pembelajaran di jenjang PAUD benar-benar berpusat pada anak. Jangan sampai ada tekanan psikologis. Dengan penguatan program SRA ini, para pendidik diharapkan mampu menyusun instrumen penilaian yang humanis, menghargai keunikan setiap anak, serta mendukung tumbuh kembang mereka tanpa rasa takut," katanya.

​Acara diakhiri dengan sesi foto bersama antara jajaran dinas terkait, pemateri, dan para peserta sosialisasi yang didominasi oleh para tenaga pendidik PAUD. Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pula penyerahan cinderamata dan tas apresiasi sebagai simbol komitmen bersama dalam menyukseskan program Sekolah Ramah Anak di Kabupaten Banjar tahun 2026.
(Dyah/Adam/Dinsos P3AP2KB Kab.Banjar)


Komentar