Bapperida Kabupaten Banjar Gelar Ekspose IKLI, Wujudkan Infrastruktur yang Lebih Responsif terhadap Kebutuhan Masyarakat
Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Banjar terus memperkuat kualitas pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat melalui pelaksanaan Ekspose Penyusunan Kajian Indeks Kepuasan Layanan Infrastruktur (IKLI), yang berlangsung di Aula Bauntung Lantai III Bapperida Kabupaten Banjar, Rabu (20/5/2026).
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Bidang Riset dan Inovasi Bapperida Kabupaten Banjar, Bapak Nuri Ansyari. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya kajian IKLI sebagai instrumen evaluasi untuk mengukur sejauh mana layanan infrastruktur yang telah dibangun pemerintah mampu memberikan manfaat dan kepuasan bagi masyarakat.
“Kajian ini menjadi bagian penting dalam proses evaluasi pembangunan. Melalui persepsi masyarakat, pemerintah dapat mengetahui apa yang perlu dipertahankan maupun ditingkatkan dalam pelayanan infrastruktur,” ungkapnya.
Kegiatan ekspose turut dihadiri oleh Kasubbag Perencanaan, Keuangan dan Aset Kecamatan Beruntung Baru, Ibu Ari Waryanti, sebagai bentuk partisipasi aktif Kecamatan Beruntung Baru dalam mendukung proses penyusunan data dan evaluasi pembangunan daerah.
Pemaparan materi disampaikan oleh tim akademisi dari Universitas Lambung Mangkurat yang diketuai oleh Prof. Chandra. Dalam penjelasannya, beliau menerangkan bahwa Indeks Kepuasan Layanan Infrastruktur (IKLI) merupakan ukuran yang diperoleh dari persepsi masyarakat terhadap tingkat kepuasan atas layanan infrastruktur yang telah tersedia.
“IKLI diperoleh dari persepsi masyarakat. Karena itu, suara masyarakat menjadi sangat penting untuk mengetahui apakah layanan infrastruktur yang ada sudah memenuhi harapan atau masih memerlukan peningkatan,” jelasnya.
Sementara itu, pemaparan kedua disampaikan oleh Bapak Aulia dari Universitas Lambung Mangkurat. Ia mengungkapkan bahwa nilai IKLI Kabupaten Banjar pada tahun sebelumnya berada pada angka 71,05, yang termasuk dalam kategori C. Capaian tersebut menjadi bahan evaluasi sekaligus pijakan dalam meningkatkan kualitas pelayanan infrastruktur ke depan.
Dalam forum tersebut juga disampaikan bahwa proses penyusunan kajian IKLI saat ini telah memasuki tahap kedua, yakni pengumpulan data, guna memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan infrastruktur di Kabupaten Banjar.
Di sela kegiatan, Ibu Ari Waryanti menyampaikan bahwa kajian ini menjadi momentum penting bagi pemerintah kecamatan untuk ikut memberikan dukungan data dan masukan terhadap kualitas pelayanan infrastruktur di wilayah.
“Melalui kegiatan ini, kami dapat memahami bagaimana persepsi masyarakat terhadap layanan infrastruktur yang telah tersedia. Harapannya, hasil kajian IKLI dapat menjadi bahan evaluasi bersama untuk mendorong pembangunan yang lebih tepat sasaran serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Ari Waryanti.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, pembangunan infrastruktur tidak hanya terbangun secara fisik, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat nyata dan kepuasan bagi warga Kabupaten Banjar.
IP.Kab.Banjar/BrigadeManisBeruntungBaru
