DKPP Banjar Terima Kunjungan Kerja Kabupaten Seruyan

MARTAPURA, InfoPublik - Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Banjar melalui UPTD Balai Benih dan Induk Ikan (BBII) menerima kunjungan kerja dari Dinas Perikanan Kabupaten Seruyan Kalimantan Tengah di Ruang Rapat Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Banjar pada Selasa (19/5/2026).


Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Banjar Sipliansyah menyampaikan apresiasi atas kedatangan rekan Dinas Perikanan Kabupaten Seruyan Kalimantan Tengah.


Sipli menyampaikan Balai Benih dan Induk Ikan sangat mendukung produksi budidaya dan penyediaan benih dengan jumlah dan kualitas yang baik untuk seluruh pembudidaya.


"Harapannya kedepan Pemerintah Kabupaten Banjar dan Kabupaten Seruyan ada kerjasama perbenihan dan suplay hasil benih budidaya di Kabupaten Banjar," ujarnya.


Perencana ahli muda Kabupaten Seruyan Okti Marliani menyampaikan kedatangannya untuk mengetahui informasi teknis terkait harga, kualitas dan ketersediaan benih ikan pada Balai Benih dan Induk Ikan di Kabupaten Banjar.


Kepala UPTD Balai Benih dan Induk Ikan Anas Norfirdaus menyampaikan bahwa harga benih ikan di Kabupaten Banjar diatur dalam Peraturan Daerah No 6 Tahun 2023 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, adapun kualitas benih sangat penting untuk dijaga dengan menyediakan induk ikan unggul, pengelolaan, penyediaan pakan dan sarana perbenihan. jelasnya.


Sementara dalam kunjungan kerja Kepala UPTD BBII mendampingi rombongan Kabupaten Seruyan ke Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Mandiangin di Karang Intan, 


Analis Kebijakan Ahli Muda Kabupaten Seruyan Arif Kurniawan menyampaikan Ikon Belida pada Kabupaten Seruyan selama ini masih belum dapat memproduksi massal ikan belida, selama ini  gagal produksi pada tahap larva menuju benih ikan" jelasnya.




Puji Widodo penanggung jawab komoditas ikan belida Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Mandiangin menyampaikan produksi ikan belida perlu dilakukan dengan pemijahan induk, penetasan telur dan pemeliharaan larva, adapun pakan yang harus diberikan berupa pallet pasta dan cacing dengan pemeliharaan resirkulasi benih yang dihasilkan sampai ukuran 1-3 cm, dan dijelaskan kegagalan yang cukup tinggi itu dikarenakan kanibalisme ikan tersebut.


Komentar