Remaja MTs di Ponpes Sullamul Ulum Ikuti Penyuluhan Pendewasaan Usia Perkawinan

​MARTAPURA, InfoPublik - Guna menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inklusif bagi anak usia dini, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar sukses menyelenggarakan agenda Sosialisasi Sekolah Ramah Anak (SRA) Jenjang PAUD Tingkat Kabupaten Banjar Tahun 2026 Batch 2 di BGTK Provinsi Kalimantan selatan, Selasa (19/5/2025).

​Kegiatan yang diinisiasi oleh Bidang PAUD Disdik Kabupaten Banjar ini menghadirkan ratusan kepala sekolah dan pendidik PAUD se-Kabupaten Banjar. Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen nyata dalam mendorong pemenuhan hak anak di sektor pendidikan sejak usia dini.

​Sebagai penyelenggara kegiatan, Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar menegaskan bahwa penerapan indikator SRA kini menjadi perhatian serius demi menunjang tumbuh kembang anak secara optimal tanpa adanya tekanan di lingkungan sekolah.
​Dalam Penyampaiannya, Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian Bidang PAUD Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar menyampaikan tujuan utama dari pelaksanaan sosialisasi ini.

​"Kami di Dinas Pendidikan menyelenggarakan kegiatan ini untuk menyamakan persepsi dan memberikan panduan bagi seluruh satuan PAUD di Kabupaten Banjar. Kami ingin memastikan bahwa kurikulum dan lingkungan belajar yang diadopsi benar-benar berpusat pada anak, sehingga sekolah menjadi tempat yang membahagiakan bagi mereka," ujar Kasi Kurikulum dan Penilaian Bidang PAUD Disdik Kabupaten Banjar.


​Untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai instrumen perlindungan anak, Disdik menghadirkan Kepala Seksi Perlindungan Hak Perempuan dan Perlindungan Anak (PHPPA) Dinsos P3AP2KB Kabupaten Banjar sebagai narasumber yang memaparkan materi standarisasi SRA.

​Dalam paparannya, Kasi PHPPA menekankan pentingnya sinergi lintas sektor guna menyukseskan program Kabupaten Layak Anak (KLA) melalui klaster pendidikan.

​"Kami sangat mengapresiasi inisiatif Dinas Pendidikan yang telah memfasilitasi sosialisasi ini. Sekolah Ramah Anak di jenjang PAUD merupakan fondasi krusial. Kita harus memastikan tidak ada ruang bagi kekerasan sekecil apa pun, baik fisik maupun verbal. Seluruh ekosistem sekolah harus memahami instrumen perlindungan anak secara utuh," tegas Dr. Dyah Febria Wardhani,, Kasi PHPPA Dinsos P3AP2KB Kabupaten Banjar saat menyampaikan materinya.

​Langkah taktis Disdik Kabupaten Banjar dalam menyelenggarakan acara ini mendapat sambutan hangat dan apresiasi tinggi dari para peserta di lapangan. Mereka menilai materi terpadu yang didapatkan menjadi modal penting untuk diterapkan di instansi masing-masing.

​"Sosialisasi ini sangat membuka mata kami. Selama ini kami mengira SRA membutuhkan fasilitas yang serba mewah, ternyata intinya ada pada perubahan sikap guru dan pemenuhan hak rasa aman anak. Kami berterima kasih kepada Dinas Pendidikan yang telah menggelar acara ini, dan kami siap menyusun rencana aksi di sekolah," ungkap salah seorang Peserta Sosialisasi yang merupakan kepala sekolah PAUD.

​Melalui kerja sama yang erat antara Dinas Pendidikan sebagai penyelenggara, Dinsos P3AP2KB sebagai pembina teknis perlindungan anak, serta komitmen para pendidik, diharapkan seluruh satuan PAUD di Kabupaten Banjar dapat segera memenuhi standar Sekolah Ramah Anak secara merata. (Dyah/Adam/Dinsos P3AP2KB Kab.Banjar)


Komentar