Dua Petani Milenial Banjar Wakili Kalsel di Grand Final Young Ambassador 2026
Kementerian Pertanian siap menggelar Grandfinal Young Ambassador Agriculture (YAA) 2026 di BPMKP Ciawi, Bogor, pada 19–21 Mei 2026 mendatang.
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan generasi muda pertanian Kabupaten Banjar. Dua orang petani milenial asal Kabupaten Banjar berhasil lolos ke Grand Final ajang Young Ambassador Agriculture Tahun 2026 dan akan mewakili Provinsi Kalimantan Selatan pada tingkat nasional.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa generasi muda Kabupaten Banjar mampu menunjukkan kapasitas, inovasi, dan semangat dalam mengembangkan sektor pertanian modern yang adaptif terhadap perkembangan teknologi serta kebutuhan pasar.
Kedua finalis tersebut berhasil melewati berbagai tahapan seleksi yang meliputi administrasi, presentasi inovasi usaha pertanian, wawancara, hingga penilaian kepemimpinan dan kontribusi terhadap pengembangan pertanian di daerah.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banjar menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya untuk terjun dan berperan aktif dalam pembangunan pertanian.
“Keikutsertaan petani milenial Kabupaten Banjar pada ajang Young Ambassador Agriculture Tahun 2026 merupakan bentuk nyata bahwa sektor pertanian memiliki masa depan yang menjanjikan bagi generasi muda. Kami berharap para finalis dapat memberikan penampilan terbaik serta membawa nama baik Kalimantan Selatan dan Kabupaten Banjar di tingkat nasional,” ujarnya.
Ajang Young Ambassador Agriculture sendiri merupakan kegiatan yang bertujuan mencari figur muda inspiratif di bidang pertanian yang memiliki kemampuan kepemimpinan, inovasi, komunikasi, serta kepedulian terhadap pengembangan pertanian berkelanjutan.
Selama ini, Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Pertanian terus mendorong tumbuhnya petani milenial melalui berbagai program pelatihan dan pendampingan usaha tani, serta pengembangan kewirausahaan pertanian.
Keberhasilan dua petani milenial tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk ikut membangun sektor pertanian yang maju, mandiri, dan modern demi mendukung ketahanan pangan daerah maupun nasional.
(Brigade Distan Dwi Retnani)
