Bakesbangpol Banjar Tingkatkan Kapasitas Intelijen, Cegah Potensi Konflik Sosial

BANJARBARU, InfoPublik – Badan kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Banjar, melalui Bidang Kewaspadaan dini dan kerjasama Intelijen laksanakan kegiatan  “Peningkatan Kapasitas Bidang Intelijen dan Kewaspadaan Dini”  di Aula Berlian Grand Qin Hotel Banjarbaru, Rabu (6/5/2026).

Kegiatan dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Banjar Rakhmat Dhany, diikuti Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Forum Pembauran, APDESI, HIPMI, aparat keamanan, serta pemangku kepentingan terkait sebagai upaya memperkuat kemampuan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban di daerah.

Di hadapan peserta, Rakhmat Dhany menyampaikan situasi kebangsaan akhir-akhir ini bergerak sangat dinamis. Di satu sisi ada kemajuan di berbagai bidang, tetapi di sisi lain ada potensi Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan (ATHG).

“Namun, saya juga sadar bahwa pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan kerja sama, sinergi lintas sektor, terutama dengan unsur TNI, Polri, dan BIN, termasuk peserta hari ini dari organisasi kemasyarakatan,” lanjutnya.

Ia menuturkan tujuan utama dari peningkatan kapasitas ini adalah agar aparatur pemerintah, tokoh masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya bisa lebih peka, lebih cerdas, dan lebih cepat dalam mendeteksi potensi masalah.

“Jangan sampai kita lengah, di Kabupaten Banjar ini masyarakat kita terkenal agamis dan ramah, tetapi bukan berarti tidak ada celah bagi pihak-pihak yang ingin memecah belah. Dengan deteksi dini yang baik, kita bisa melakukan cegah dini, dan dengan cegah dini, stabilitas daerah kita akan tetap kondusif,” ungkapnya.

Sementara Kaban Kesbangpol Banjar Tofik Norman Hidayat mengatakan kegiatan ini menyasar organisasi kemasyarakatan yang memiliki basis massa cukup besar di wilayah Kabupaten Banjar. Menurutnya, pelibatan ormas penting agar mereka turut berperan aktif dalam deteksi dini serta pencegahan potensi konflik di masyarakat.

Melalui sesi diskusi dan forum komunikasi, seluruh unsur yang hadir berdialog secara terbuka mengenai berbagai isu aktual di wilayah Kabupaten Banjar , seperti potensi konflik sosial, ancaman siber, isu radikalisme dan intoleransi beragama, penyebaran hoaks, serta tantangan dalam menjaga keamanan dan ketertiban umum serta ketahanan ideologi bangsa.

Selain memperkuat kapasitas tim, kegiatan ini juga menjadi sarana konsolidasi kelembagaan antar instansi agar penyampaian informasi strategis dapat berjalan dua arah, baik dari pusat ke daerah maupun antar instansi di tingkat kabupaten. Dengan demikian, pengambilan keputusan dalam penanganan potensi kerawanan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.

“Dengan kegiatan ini, diharapkan ormas dapat membantu mengidentifikasi potensi gesekan sosial, sehingga dapat dicegah sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, ia berharap terbangun komunikasi yang lebih solid dan sinergis antar pemangku kepentingan, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten, guna menciptakan stabilitas dan keamanan di Kabupaten Banjar.

acara dilanjutkan oleh narasumber yang berhadir dan sesi tanya jawab antar peserta yang berhadir(yt/kesbangpol)


Komentar