Tiga Siswa SMPN 1 Telaga Bauntung Tampil sebagai “Penjaga Budaya” pada Hardiknas 2026
TELAGA BAUNTUNG, InfoPublik – Semangat peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 terlihat nyata di SMP Negeri 1 Telaga Bauntung, Sabtu (02/05/2026). Tiga orang siswa tampil sebagai “Penjaga Budaya” dengan mengenakan busana adat nusantara dalam rangka mengikuti Lomba Hardiknas tingkat Kabupaten Banjar pada cabang lomba menyanyi “Rukun Sama Teman”.
Ketiga siswa tersebut yakni Sitti Maulidah, Muhammad Zainor Rahman, dan Rahmawati yang masih duduk di bangku kelas VII. Penampilan mereka tidak hanya menonjolkan estetika, tetapi juga mengandung makna simbolis sebagai representasi keberagaman budaya Indonesia dari Sabang hingga Merauke.
Busana yang dikenakan memadukan berbagai unsur budaya nusantara, di antaranya kain Sasirangan khas Kalimantan Selatan, motif ukiran Dayak, serta aksesori suku Batak berupa ikat kepala Sortali. Selain itu, hiasan kepala bogam dari anyaman bunga mawar dan melati, ronce melati, selendang tari, serta penutup dada kida-kida turut melengkapi penampilan mereka.
Melalui balutan busana tersebut, para siswa menyampaikan pesan kuat tentang kebanggaan terhadap identitas bangsa. Perpaduan berbagai elemen budaya menjadi simbol persatuan dalam keberagaman yang menjadi kekuatan utama Indonesia.
Tak hanya melalui kostum, pesan persatuan juga disampaikan melalui penampilan seni bertema “Rukun Sama Teman”. Gerak dan lagu yang dibawakan menggambarkan keharmonisan antarindividu meskipun berasal dari latar belakang suku, agama, dan budaya yang berbeda.
Kepala SMP Negeri 1 Telaga Bauntung, Sugeng Riyanto, S.Pd, memberikan apresiasi atas kreativitas dan semangat para siswa. “Kehadiran tiga murid kami dengan busana nusantara adalah bentuk nyata menjadi penjaga budaya Indonesia. Kami berharap ini menjadi inspirasi agar generasi mendatang bangga mengenakan unsur budaya Indonesia, tidak hanya pada hari besar seperti Hardiknas, tetapi juga dalam keseharian sebagai identitas bangsa,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa nilai kerukunan yang ditampilkan melalui busana, lagu, dan gerak merupakan esensi dari pendidikan. “Pesan kerukunan yang mereka bawakan melalui busana, lagu, dan gerak adalah esensi sejati dari pendidikan kita,” pungkasnya.
