BANJARBARU, InfoPublik — Upaya meningkatkan kualitas tata kelola administrasi pemerintahan terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Banjar melalui kegiatan Meeting Kearsipan bertema “Optimalisasi Pengelolaan Arsip Kecamatan untuk Mendukung Kinerja dan Pelayanan”. Kegiatan ini digelar pada Rabu (29/4/2026) di Namira Paradise Garden, Banjarbaru.
Kegiatan tersebut diikuti perwakilan kecamatan se-Kabupaten Banjar, termasuk Kecamatan Aluh Aluh yang diwakili Sekretaris Kecamatan Taufikurrahman serta Kasubbag Umum dan Kepegawaian Syamsul. Kehadiran mereka menjadi bagian dari komitmen dalam meningkatkan kualitas administrasi pemerintahan, khususnya di bidang kearsipan.
Acara dibuka oleh Staf Ahli Marliana, didampingi Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banjar, Kencanawati. Dalam sambutannya disampaikan bahwa pengelolaan arsip merupakan aspek penting dalam penyelenggaraan pemerintahan yang baik, karena menjadi bukti akuntabilitas, sumber informasi, sekaligus memori organisasi.
Materi kearsipan disampaikan oleh narasumber IPDA Wahyu Triatmoko yang menekankan pentingnya pengelolaan arsip secara tertib dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Ia menjelaskan, arsip bukan sekadar kumpulan dokumen, melainkan bagian dari sistem administrasi yang mendukung efektivitas kerja organisasi.
“Pengelolaan arsip yang baik akan mempermudah pencarian data, mempercepat pelayanan, serta meningkatkan akuntabilitas instansi pemerintah,” jelasnya.
Selain pemaparan materi, kegiatan ini juga menjadi forum diskusi antar kecamatan untuk berbagi pengalaman terkait tantangan dan solusi dalam pengelolaan arsip. Melalui diskusi tersebut, peserta memperoleh wawasan strategi penataan arsip yang lebih efektif guna mendukung kelancaran administrasi dan pelayanan publik.
Sekretaris Kecamatan Aluh Aluh, Taufikurrahman, menilai kegiatan ini memberikan pemahaman penting bagi aparatur dalam meningkatkan tertib administrasi.
“Pengelolaan arsip bukan hanya penataan dokumen, tetapi bagian penting dalam mendukung kinerja organisasi dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Arsip yang tertata dengan baik akan mempermudah administrasi sekaligus menjadi bukti akuntabilitas,” ujarnya.
Ia menambahkan, arsip merupakan memori kolektif organisasi yang harus dikelola secara profesional agar dapat dimanfaatkan secara optimal dalam pelayanan maupun pengambilan keputusan.
Sementara itu, Kasubbag Umum dan Kepegawaian Kecamatan Aluh Aluh, Syamsul, menyatakan hasil kegiatan ini akan menjadi acuan dalam memperbaiki sistem pengelolaan arsip di lingkungan kecamatan.
“Kami akan menerapkan hasil pembelajaran dari kegiatan ini agar pengelolaan arsip menjadi lebih tertib, efisien, dan mampu mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik,” katanya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh kecamatan di Kabupaten Banjar semakin meningkatkan kualitas pengelolaan arsip sebagai bagian dari upaya mewujudkan pemerintahan yang profesional, akuntabel, dan responsif. Arsip pun diharapkan tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi juga indikator kinerja organisasi serta memori kolektif yang mendukung keberlanjutan tata kelola pemerintahan. (IP/Brigade/Kec. Aluh Aluh)