Sosialisasi KIM, Jembatan Pemerintah dan Warga Lawan Hoaks AI
BANJAR, InfoPublik – Pemerintah Kecamatan Beruntung Baru
yang diwakili oleh Staf Umpeg Rabiatul Adawiyah bersama tiga wakil Kelompok
Informasi Masyarakat (KIM) desa hadiri Sosialisasi KIM Kabupaten Banjar di Aula
Kantor DPRKPLH, Bincau, Martapura, Rabu (29/4/2026)
Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik (IKP) Nor Syawli
Syahri menyampaikan tujuan kegiatan untuk tingkatkan pemahaman pegiat KIM dalam
menyebarkan informasi pembangunan secara merata.
“Kegiatan ini juga dorong partisipasi warga dalam sampaikan
aspirasi dan umpan balik terhadap kebijakan publik,” katanya.
Kegiatan diikuti 120 peserta dari perwakilan kecamatan,
desa/kelurahan, pengelola media informasi desa, serta anggota KIM se-Kabupaten
Banjar.
Acara resmi dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Komunikasi
Informatika Statistik dan Persandian (DKISP) Kabupaten Banjar Faisal. Dalam
sambutannya, Faisal menegaskan peran vital KIM di era digital. Menurutnya, arus
informasi kini cepat dan tanpa batas sehingga KIM harus aktif menyaring serta
menyampaikan informasi yang benar, akurat, dan bermanfaat bagi warga.
“KIM adalah mitra pemerintah yang menjembatani komunikasi
antara pemerintah daerah dan masyarakat. Tidak hanya penyampai informasi,
tetapi juga penggerak partisipasi publik dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Faisal.
Ia mengingatkan peserta hati-hati sebar informasi agar tidak
melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Tiga jenis
informasi yang wajib dihindari: malinformasi atau informasi yang disalahgunakan,
misinformasi atau informasi keliru, dan disinformasi atau hoaks yang disebar
dengan tujuan jahat.
Faisal menyebut keberhasilan program KIM bergantung pada
kolaborasi dan komitmen anggota. Ia dorong peserta aktif diskusi dan berbagi
pengalaman agar berdampak positif bagi masyarakat luas.
“Semoga peserta dapat berinovasi, memanfaatkan teknologi
secara bijak, serta menjadi garda terdepan dalam menangkal hoaks,” tutupnya.
Sosialisasi hadirkan dua narasumber. Pertama, Erlinda
Puspita Ningrum dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi
Kalimantan Selatan bawakan materi diseminasi informasi, literasi digital, dan
perlindungan masyarakat di era kecerdasan buatan (AI).
Sosialisasi hadirkan dua narasumber. Pertama, Erlinda
Puspita Ningrum dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi
Kalimantan Selatan bawakan materi diseminasi informasi, literasi digital, dan
perlindungan masyarakat di era kecerdasan buatan (AI). "Kecerdasan buatan
(AI) bisa bikin hoaks makin canggih. Karena itu KIM wajib naik kelas. Jangan
hanya jadi tukang sebar info, tapi jadi filter informasi di desa. Kuasai
literasi digital agar warga tidak jadi korban disinformasi,” tegasnya
Kedua, Muhammad Andri dari Media Center Kabupaten Banjar
beri materi teknik fotografi dan penulisan berita jurnalistik.
"Foto dan caption adalah nyawa berita KIM. Satu foto
yang kuat harus jawab 5W+1H. Hindari 4 pantangan caption: typo, subjektif,
judul bertele-tele, dan tidak ada esensi. KIM wajib akurat karena warga percaya
pada kalian,” ujarnya.
Staf Kecamatan Beruntung Baru Rabiatul Adawiyah sebut
materi ini akan langsung diterapkan. materi AI dan literasi digital ini bekal
penting buat KIM desa.
“Di Beruntung Baru, kami akan kolaborasikan KIM dengan
Brigade Manis untuk saring hoaks dan sebar info pembangunan. KIM tugasnya buat
konten yang akurat, Brigade Manis bantu sebar cepat ke grup WA warga. Kalau
kompak, warga terlindungi dari disinformasi," ujarnya.
Dengan adanya sosialisasi KIM ini, KIM Beruntung Baru jadi bekal terapkan 11 Jurus Caption dan kolaborasi dengan Brigade Manis mulai pekan ini.
