SI-ANIDA Angkat Inovasi Arguchi, Dorong Kesejahteraan Pengrajin Lokal
MARTAPURA, InfoPublik – BAPPERIDA melalui Program SI-ANIDA (Suara Inspirasi Anak Inovasi Daerah) kembali menghadirkan inspirasi melalui siaran interaktif yang mengangkat inovasi daerah unggulan.
Kegiatan yang disiarkan langsung pada Rabu, (29/04/2026) pukul 10.00 WITA di frekuensi 100.4 FM ini menghadirkan inovator Dewi Novita Sari, sebagai narasumber utama. Acara dipandu hangat oleh Bung Pepen, yang mengajak pendengar menyelami perjalanan inovasi bertajuk “Bakilau ArguciKu Meningkatkan Nilai Ekonomi dan Kesejahteraan Pengrajin”.
Dalam dialog tersebut, Dewi mengungkapkan latar belakang munculnya inovasi Arguchi. Ia menyoroti kondisi awal para pengrajin lokal yang menghadapi upah minim dan waktu pengerjaan yang panjang, padahal produk kerajinan mereka memiliki potensi besar menjadi unggulan daerah.
Kondisi ini mendorong munculnya gagasan untuk memperbaiki sistem produksi dan pemasaran agar lebih menguntungkan bagi para pengrajin.
Y

Sejak dimulai pada tahun 2015, inisiatif ini berfokus pada peningkatan penjualan sebagai kunci utama. Dengan meningkatnya permintaan, otomatis membuka lebih banyak lapangan kerja serta meningkatkan pendapatan pengrajin. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah menerapkan metode produksi yang lebih efisien sehingga waktu pengerjaan dapat dipersingkat tanpa mengurangi kualitas.
Tidak hanya itu, pendekatan langsung ke lapangan juga menjadi bagian penting dari strategi. Dewi bersama tim melakukan survei untuk memahami kondisi nyata pengrajin, sekaligus memberikan motivasi agar mereka mau beradaptasi dan bergabung dalam sistem yang lebih modern. Meski awalnya menghadapi tantangan karena sebagian pengrajin enggan keluar dari zona nyaman, perlahan mereka mulai terbuka dan bahkan berkontribusi dengan ide-ide baru.
Dari sisi pemasaran, inovasi Arguchi memanfaatkan berbagai kanal, mulai dari kerja sama dengan hotel, marketplace, hingga promosi melalui media sosial. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk event seperti Nanang Galuh, turut membantu memperluas jangkauan sekaligus menjaga nilai budaya dalam setiap produk. Selain itu, desain produk juga disederhanakan agar lebih mudah diproduksi dan diminati pasar, khususnya generasi muda.
Menariknya, pendekatan ke kalangan anak muda menjadi salah satu kunci keberhasilan. Melalui sekolah dan komunitas, Arguchi diperkenalkan sebagai produk yang tidak hanya bernilai budaya, tetapi juga relevan dengan gaya hidup masa kini. Hasilnya, produk ini semakin diterima luas dan bahkan digunakan dalam berbagai kegiatan sekolah, menandakan adanya regenerasi minat terhadap kerajinan lokal.
Di akhir acara, Dewi menegaskan bahwa inovasi tidak harus selalu sesuatu yang benar-benar baru, melainkan bisa berupa pengembangan dari hal sederhana yang memberi nilai tambah. Ia juga menekankan pentingnya dukungan media serta keberanian untuk memulai dari diri sendiri.
Melalui SI-ANIDA, pesan kuat disampaikan bahwa potensi daerah dapat berkembang pesat jika didukung kolaborasi, kreativitas, dan semangat untuk terus berinovasi.(Ione/Brigade Bapperida)
