Pemkab Banjar Ambil Peran dalam Percepatan Gerai dan Pergudangan Koperasi
BANJARBARU – Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) turut ambil bagian dalam Rapat Koordinasi Awal Percepatan Pembangunan Fisik Gerai, Pergudangan, dan Kelengkapan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang digelar pada Senin (27/4/2026). Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Syahrir YP Lantai I Bappeda Provinsi Kalimantan Selatan sebagai langkah awal memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan.
Kehadiran Bapperida Kabupaten Banjar diwakili oleh Kepala Bidang Ekonomi dan Sumber Daya Alam, Dedi Nurmadi, didampingi Perencana Ahli Muda Gusti Rizki Azhari beserta staf. Partisipasi ini menjadi bentuk komitmen daerah dalam mendukung percepatan pembangunan koperasi sebagai penggerak ekonomi berbasis desa.
Rapat koordinasi dibuka oleh dibuka secara langsung oleh Kepala Bidang Ekonomi dan Sumber Daya Alam Bappeda Provinsi Kalimantan Selatan, Theodorik Rizal Manik dan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Selatan.

Dalam arahannya, ditegaskan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan pilar penting dalam memperkuat ekonomi kerakyatan di Banua, sekaligus menjadi bagian dari kebijakan nasional yang didorong melalui instruksi presiden terkait percepatan pembangunan koperasi.
Data hingga April 2026 menunjukkan perkembangan signifikan, dengan total 4.944 unit koperasi di Kalimantan Selatan, termasuk 2.013 Koperasi Merah Putih. Meski seluruh kabupaten/kota telah mencapai 100 persen pembentukan koperasi berbadan hukum, tantangan masih muncul pada aspek pembangunan fisik seperti ketersediaan lahan dan infrastruktur pergudangan, terutama di wilayah dengan kondisi geografis tertentu.
Melalui forum ini, pemerintah daerah didorong untuk menyamakan persepsi, mengidentifikasi kesiapan wilayah, serta menginventarisasi kebutuhan pendanaan dan sarana prasarana. Selain itu, sinergi pendanaan dari APBN, APBD provinsi, hingga kabupaten/kota menjadi fokus utama guna memastikan percepatan program berjalan efektif dan terarah.
Sejumlah kesepakatan strategis pun dihasilkan, di antaranya kewajiban daerah untuk segera menyampaikan data desa/kelurahan calon penerima program, melakukan identifikasi aset dan lahan, serta mengintegrasikan program ke dalam dokumen perencanaan daerah. Rapat lanjutan dalam bentuk desk teknis juga akan digelar untuk memperdalam kebutuhan pembangunan fisik koperasi.
Mengomtari hasil rapa, Dedi Nurmadi menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama keberhasilan program ini. Ia berharap seluruh pihak dapat bergerak cepat menyiapkan data, lahan, dan dukungan anggaran agar Koperasi Merah Putih benar-benar menjadi tulang punggung ekonomi desa.
“Kami optimistis, dengan sinergi yang kuat, program ini mampu mendorong kemandirian dan pemerataan pembangunan di Kabupaten Banjar,” tuturnya.(Ione/Brigade Bapperida)
