Dinkes Banjar Gelar FGD Pengendalian Hipertensi di Puskesmas Sungai Tabuk 1
Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama penderita hipertensi di UPTD Puskesmas Sungai Tabuk 1, Selasa (28/4/2026), sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan dan pengendalian penyakit hipertensi.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 30 penderita hipertensi dan menghadirkan narasumber dokter spesialis penyakit dalam, dr. Afdal Rosihan Hasbi, Sp.PD. Hadir pula Kepala UPTD Puskesmas Sungai Tabuk 1 Mustika Murni, S.ST., M.Kes, Kepala Seksi P2PTM dan Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar Candra Galuh Tri Ardiani, S.ST., M.M, beserta jajaran.
Rangkaian kegiatan diawali dengan senam sehat, dilanjutkan penyampaian materi mengenai tatalaksana dan pengaturan diet hipertensi di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama.
Pada sesi utama, dr. Afdal Rosihan Hasbi menekankan bahwa keberhasilan pengendalian hipertensi tidak hanya bergantung pada obat, tetapi juga perubahan gaya hidup sehat.
“Pengobatan itu hanya sebagian dari penanganan hipertensi. Yang terpenting adalah bagaimana pasien menjaga pola makan, rutin berolahraga, dan melakukan kontrol kesehatan secara berkala,” ujarnya.
Ia menjelaskan, hipertensi kerap tidak menimbulkan gejala sehingga sering terlambat diketahui. Padahal, kondisi tersebut dapat memicu komplikasi serius seperti stroke, penyakit jantung, dan gagal ginjal.
“Jangan menunggu keluhan baru memeriksakan diri. Tekanan darah perlu dipantau secara rutin agar bisa dicegah sejak dini,” katanya.
Sementara itu, Kepala UPTD Puskesmas Sungai Tabuk 1 Mustika Murni mengajak peserta memanfaatkan kegiatan tersebut untuk berkonsultasi langsung dengan tenaga medis dan meningkatkan pemahaman tentang penyakit hipertensi.
“Kami berharap peserta aktif bertanya dan memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya, sehingga semakin paham cara menjaga kesehatan,” ucapnya.
Kepala Seksi P2PTM dan Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar Candra Galuh Tri Ardiani mengatakan kegiatan edukasi tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam pengendalian penyakit tidak menular.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali agar terhindar dari komplikasi,” tuturnya.
Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar berharap melalui FGD ini masyarakat dapat menerapkan pola hidup sehat, rutin memeriksakan kesehatan, dan patuh menjalani pengobatan sehingga angka kasus hipertensi dapat ditekan.
