Pemkab Banjar Siap Tancap Gas Program WEFSRID, 80 Persen Data Sudah Rampung
MARTAPURA - Pemerintah Kabupaten Banjar menunjukkan komitmen serius dalam memperkuat pembangunan berkelanjutan dengan mengikuti zoom meeting terkait Program Water Energy Food Security for Regional Integrated Development (WEFSRID), yang digelar oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah, Senin (27/4/2026) siang. Kegiatan ini berlangsung di ruang kerja Bupati Banjar dan menjadi langkah awal dalam mengadopsi pendekatan pembangunan berbasis integrasi lintas sektor.
Pertemuan tersebut dipimpin Sekretaris Daerah Banjar H Yudi Andrea, didampingi Kepala Bapperida Anna Rosida Santi serta sejumlah kepala SKPD strategis. Kehadiran lintas perangkat daerah ini mencerminkan keseriusan Pemkab Banjar dalam menyatukan visi pembangunan yang tidak lagi berjalan sektoral, melainkan terhubung secara sistematis antara kebutuhan air, energi, dan pangan.
Dalam pemaparannya, Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah, Restuardy Daud menegaskan bahwa WEFSRID merupakan pendekatan pembangunan terintegrasi yang dirancang untuk menjawab tantangan global. Program ini menghubungkan tiga sektor krusial yaitu air, energi, dan pangan dalam satu kerangka kebijakan yang saling mendukung guna memperkuat ketahanan daerah secara berkelanjutan.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tantangan seperti perubahan iklim, krisis energi, hingga ancaman terhadap ketahanan pangan tidak dapat diselesaikan secara parsial. Oleh karena itu, melalui WEFSRID, pemerintah daerah didorong untuk menyusun program lintas sektor dan lintas wilayah agar tercipta efisiensi serta efektivitas dalam pelaksanaan pembangunan.

Sekda Banjar H Yudi Andrea menyambut baik program tersebut dan menilai konsep integrasi yang diusung sangat relevan dengan arah pembangunan daerah saat ini. Menurutnya, Kabupaten Banjar memiliki potensi besar untuk mengimplementasikan konsep tersebut, terutama dalam optimalisasi sumber daya yang tersedia.
“Program ini sangat relevan untuk memperkuat ketahanan air, energi, dan pangan di daerah. Kami optimistis konsep ini dapat segera diimplementasikan dalam perencanaan pembangunan Kabupaten Banjar,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa WEFSRID selaras dengan program prioritas nasional, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penguatan Koperasi Merah Putih.
Sebagai bentuk kesiapan, Pemkab Banjar telah mengusulkan sejumlah program strategis, terutama pada tiga komponen utama yakni perbaikan dan pembangunan saluran irigasi, penguatan ketahanan air, serta pengembangan energi. Bahkan, empat kecamatan telah dipetakan sebagai wilayah percontohan, di antaranya Karang Intan, Martapura Barat, dan Beruntung Baru.

Kesiapan tersebut mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Hingga saat ini, Kabupaten Banjar telah merampungkan sekitar 80 persen data teknis yang dibutuhkan sebagai syarat pendukung implementasi program. Capaian ini dinilai sebagai indikator kuat bahwa daerah tersebut siap bergerak lebih cepat dibandingkan daerah lainnya.
“Data kami sudah siap, bahkan pihak kementerian cukup terkesan karena 80 persen data yang dibutuhkan telah rampung. Kami juga memiliki pengalaman dalam menjalankan program serupa sebelumnya,” pungkas Yudi.
Dengan kesiapan ini, Kabupaten Banjar optimistis dapat menjadi salah satu daerah percontohan dalam implementasi WEFSRID secara nasional.(RSB/Ione/Brigade Bapperida)
