Aksi Kreatif Siswa SMPN 1 Aranio, Sampah Plastik Disulap Jadi Bernilai Lewat Kerabotas

Aranio, InfoPublik – SMP Negeri 1 Aranio menunjukkan komitmennya dalam mendukung gerakan peduli lingkungan melalui aksi kreatif siswa yang memanfaatkan sampah plastik menjadi sesuatu yang bernilai guna. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (21/4/2026) ini tampak berbeda, di mana para siswa secara aktif melakukan pemilahan botol plastik bekas di lingkungan sekolah saat waktu istirahat.

Dengan penuh antusias, siswa memilah botol plastik berdasarkan jenis dan warna, mulai dari melepas label hingga memisahkan tutup botol. Botol-botol tersebut kemudian dikumpulkan dalam wadah inovatif bernama Kerabotas (Keranjang Botol Bekas), yang dirancang secara fungsional dan estetis sebagai sarana pengelolaan limbah plastik di lingkungan sekolah.

Kepala SMPN 1 Aranio, Yuni Mahrita, S.Pi., M.Pd., menyampaikan apresiasi terhadap konsistensi siswa dalam menjalankan kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa pembiasaan positif seperti ini menjadi bagian penting dalam membentuk karakter peduli lingkungan. “Kegiatan pemilahan sampah ini adalah bukti nyata bahwa siswa kami siap menjadi agen perubahan. Dengan adanya Kerabotas, kami ingin menanamkan pola pikir bahwa sampah bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal dari sesuatu yang berguna. Ini adalah langkah konkret kita dalam mendukung penuh program Adiwiyata tingkat Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2026,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Pengawas Pembina, Rusita Dahlia, M.Pd., yang turut memantau kegiatan tersebut. Ia menilai bahwa SMPN 1 Aranio berhasil mengintegrasikan nilai-nilai keberlanjutan dalam aktivitas sehari-hari siswa. “Saya melihat SMPN 1 Aranio berhasil mengintegrasikan nilai-nilai keberlanjutan ke dalam rutinitas siswa. Pemilahan botol yang detail ini menunjukkan tingkat kedisiplinan yang tinggi. Semoga semangat ini terus menular dan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Kalimantan Selatan,” tuturnya.

Inovasi Kerabotas sendiri merupakan hasil gagasan kreatif dari salah satu guru, Zain Aufia, S.Pd., yang memanfaatkan barang bekas menjadi sarana pendukung program lingkungan sekolah. Ia menjelaskan bahwa konsep Kerabotas mengedepankan prinsip sederhana namun fungsional. “Kerabotas ini lahir dari konsep low-cost but high-function. Saya memanfaatkan bekas penutup kipas angin sebagai struktur utama dan kawat kandang unggas untuk jaring-jaringnya. Bahannya sederhana, tapi kuat untuk menampung ratusan botol plastik. Saya ingin menunjukkan kepada anak-anak bahwa kreativitas itu tidak berbatas,” jelasnya.

Melalui sinergi antara kreativitas guru dan partisipasi aktif siswa, SMPN 1 Aranio tidak hanya menjadi tempat pembelajaran akademik, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter dan laboratorium nyata penerapan gaya hidup berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang luas serta mendukung terwujudnya sekolah berwawasan lingkungan di Kabupaten Banjar.


Komentar