Bahaya Tersembunyi di Makanan Sehari-Hari, RSUD Ratu Zalecha Bersama Poltekes Kemenkes Banjarmasin Ingatkan Batasi GGL

MARTAPURA, InfoPublik — RSUD Ratu Zalecha menjadi lokasi pelaksanaan penyuluhan kesehatan mengenai pentingnya membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL) untuk mencegah penyakit jantung bagi pasien dan pengunjung, di ruang tunggu poliklinik rawat jalan RSUD Ratu Zalecha, Senin (20/4/2026).

 

Penyuluhan disampaikan oleh mahasiswa Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Jurusan Gizi bersama Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) RSUD Ratu Zalecha.

 

Dalam penyuluhan tersebut, peserta diberikan edukasi mengenai bahaya konsumsi GGL berlebih yang dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit tidak menular, seperti obesitas, diabetes melitus, hipertensi, hingga penyakit jantung dan stroke.

 

Peserta juga diberikan pemahaman terkait batas aman konsumsi harian, yaitu gula maksimal 50 gram (sekitar 4 sendok makan), garam 5 gram (sekitar 1 sendok teh), serta lemak sekitar 20–30 persen dari kebutuhan energi harian.

 

Selain itu, disampaikan pula sumber GGL tersembunyi yang sering ditemukan dalam makanan sehari-hari, seperti minuman manis kemasan, makanan cepat saji, makanan olahan, serta bumbu instan. Masyarakat diimbau untuk lebih cermat membaca label gizi, mengurangi konsumsi gula tambahan, serta mengutamakan makanan segar dan olahan rumahan.

 

Ketua Tim PKRS RSUD Ratu Zalecha, Dwi Retmasushanty Arsini, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan literasi kesehatan masyarakat.

 

“Kami mengapresiasi kolaborasi dengan mahasiswa dalam kegiatan edukasi ini. Melalui penyuluhan seperti ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya mengontrol konsumsi gula, garam, dan lemak sebagai langkah sederhana namun berdampak besar dalam menjaga kesehatan,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, perubahan kecil dalam pola makan sehari-hari dapat memberikan manfaat besar dalam mencegah penyakit jantung dan meningkatkan kualitas hidup.

 

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya promotif dan preventif serta kolaborasi antara dunia pendidikan dan fasilitas pelayanan kesehatan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat. (Brigade Humas Raza)


Komentar