BERUNTUNG BARU, InfoPublik – Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kecamatan Aluh Aluh dan Beruntung Baru, Kabupaten Banjar, menggelar pertemuan rutin yang dirangkai dengan sosialisasi inovasi SIPANTING BANJAR serta penguatan praktik pembelajaran mendalam (deep learning) bagi satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Kamis (9/4/2026). Kegiatan ini dilaksanakan di PAUD Terpadu Plus Al Karimah dan diikuti oleh pendidik serta tenaga kependidikan TK se-Kecamatan Aluh Aluh dan Beruntung Baru.
Pertemuan dibuka oleh Ketua IGTKI setempat, Mustainah, S.Pd, dengan menghadirkan narasumber Syamsuwal Qomar, S.Pd selaku Pengawas TK Kecamatan Aluh Aluh dan Beruntung Baru sekaligus Duta Wajib Belajar 13 Tahun dan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Kegiatan ini menjadi wadah strategis dalam meningkatkan kompetensi guru PAUD, khususnya dalam penerapan pembelajaran yang lebih bermakna dan berpusat pada anak.
Dalam paparannya, Syamsuwal Qomar menekankan pentingnya implementasi pembelajaran mendalam yang mampu menstimulasi perkembangan holistik anak usia dini. “Pembelajaran mendalam di PAUD bukan sekadar transfer pengetahuan dari guru ke anak, melainkan proses konstruksi pemahaman melalui eksplorasi, inquiry, dan pengalaman konkret yang sesuai dengan tahap perkembangan anak usia 4–6 tahun. Sebagai Pengawas TK, saya menekankan pentingnya para pendidik untuk merancang aktivitas yang mendorong anak berpikir kritis, kreatif, dan mampu mengaitkan konsep baru dengan pengalaman yang telah mereka miliki,” ujarnya.
Selain itu, Syamsuwal juga mensosialisasikan inovasi SIPANTING BANJAR (Sistem Informasi PAUD itu Penting Kampanye Wajib Belajar 13 Tahun Kabupaten Banjar) sebagai platform digital terintegrasi yang memudahkan akses informasi strategis terkait PAUD. Platform ini menghadirkan berbagai fitur, mulai dari video kampanye, bahan bacaan edukatif, hingga tautan ke media sosial dan dokumen penting yang relevan dengan penguatan pendidikan anak usia dini.
Ketua IGTKI Kecamatan Aluh Aluh dan Beruntung Baru, Mustainah, S.Pd, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. “Sebagai Ketua IGTKI, saya melihat penguatan praktik pembelajaran mendalam ini sebagai upaya serius untuk meningkatkan kualitas layanan kami di lapangan. Guru PAUD adalah fondasi pertama dalam membentuk generasi penerus. Oleh karena itu, pertemuan ini menjadi wadah penting bagi kami untuk berbagi praktik terbaik dan menemukan strategi pembelajaran yang lebih efektif,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Mustainah juga mengapresiasi kehadiran inovasi SIPANTING BANJAR yang dinilai sangat membantu dalam penyebarluasan informasi pendidikan. “Saya sangat mengapresiasi dan merasa terbantu dengan kehadiran inovasi SIPANTING BANJAR. Kami melihat ini sebagai langkah konkret untuk membantu masyarakat mengakses informasi strategis tentang wajib belajar 13 tahun dan praktik pembelajaran berkualitas di lembaga PAUD. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat publikasi praktik baik pendidikan sejak dini,” pungkasnya.