Kenali BUD Obat, Mahasiswi Profesi Apoteker UMB Edukasi Pasien di RSUD Ratu Zalecha
MARTAPURA, InfoPublik — Mahasiswi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Banjarmasin bersama Tim
Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) RSUD Ratu
Zalecha menggelar penyuluhan kesehatan di ruang tunggu poliklinik rawat
jalan pada 9 April 2026. Kegiatan
ini mengangkat tema “Beyond Use Date (BUD)
pada Obat” sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terkait
penggunaan obat yang aman.
Dalam penyuluhan tersebut dijelaskan bahwa Beyond Use Date (BUD) merupakan batas
waktu penggunaan obat setelah kemasan dibuka, dilarutkan, atau diracik, di mana
dalam rentang waktu tersebut obat masih terjamin stabilitas, keamanan, dan
efektivitasnya. Berbeda dengan tanggal kedaluwarsa (expired date) yang
ditetapkan oleh pabrik, BUD dihitung sejak obat mulai terpapar lingkungan luar
sehingga umumnya memiliki batas waktu yang lebih singkat.
Peserta yang terdiri dari pasien dan keluarga
pasien diberikan pemahaman mengenai pentingnya memperhatikan BUD dalam
penggunaan obat sehari-hari. Hal ini dikarenakan penggunaan obat yang melewati
BUD dapat menurunkan efektivitas terapi, merusak zat aktif, hingga meningkatkan
risiko kontaminasi mikroba yang berbahaya bagi kesehatan.
Mahasiswi juga menjelaskan beberapa faktor
yang memengaruhi BUD, seperti jenis sediaan obat, stabilitas kimia dan
mikrobiologi, kondisi penyimpanan, jenis kemasan, serta frekuensi penggunaan.
Selain itu, disampaikan pula contoh batas waktu penggunaan beberapa sediaan
obat, seperti tetes mata, insulin, salep, hingga sirup yang memiliki masa
penggunaan berbeda setelah dibuka.
Dalam kesempatan tersebut, peserta juga diberikan edukasi mengenai dampak penggunaan obat yang telah melewati BUD, di antaranya penurunan efektivitas pengobatan, perubahan bentuk dan kualitas obat, hingga risiko infeksi akibat kontaminasi.
Ketua Tim PKRS RSUD Ratu Zalecha, Dwi Retmasushanty Arsini, menyampaikan bahwa edukasi mengenai penggunaan obat yang benar sangat penting untuk meningkatkan keselamatan pasien.
“Melalui penyuluhan ini kami berharap masyarakat semakin memahami bahwa penggunaan obat tidak hanya memperhatikan dosis, tetapi juga batas waktu pemakaian setelah dibuka. Edukasi ini penting untuk mencegah risiko yang dapat membahayakan pasien,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab, di mana peserta terlihat antusias mengikuti materi hingga selesai. Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat semakin bijak dalam menggunakan obat serta memahami pentingnya memperhatikan keamanan dan efektivitas obat dalam proses pengobatan. (Brigade Humas Raza)
