79 Lansia Karang Intan Resmi Diwisuda, Buktikan Belajar Tak Kenal Usia
- DINAS SOSIAL, PEMBERDAYAAN PEREMPUAN, PERLINDUNGAN ANAK, PENGENDALIAN PENDUDUK DAN KELUARGA BERENCANA,
- dinsosppkb
- 2
MARTAPURA, InfoPublik – Suasana haru sekaligus bangga
menyelimuti Aula Pocogonco, Kecamatan Karang Intan, pada Selasa (7/4/2026).
Sebanyak 79 lansia dari Desa Sungai Alang, Desa Bi’ih, dan Desa Sungai Besar
resmi menyandang predikat wisudawati Standar 1 dalam Sekolah Lansia, hasil
kolaborasi lintas sektor yang diinisiasi oleh Organisasi Aisyiyah Muhammadiyah
bekerja sama dengan Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Banjar.
Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian terhadap
kesejahteraan lansia agar tetap Sehat, Mandiri, Aktif, dan Produktif (SMART) di
masa tua.
Acara ini dihadiri oleh jajaran tokoh penting, di
antaranya,Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Banjar, Camat Karang Intan,
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Banjar yang diwakili oleh Sekretaris Dinas,
Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Banjar, Jajaran Dinsos P3AP2KB
(Bidang KB), Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama setempat, dan Penyuluh KB Kecamatan
Karang Intan.
Camat Karang Intan, Pusaro Riyanto memberikan apresiasi
tinggi untuk wilayah Karang Intan sebagai pionir pergerakan lansia yang
dinamis.
Dalam sambutannya, Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Banjar
Hj. Nadiah menyampaikan bahwa Sekolah Lansia bukan sekadar tempat berkumpul,
melainkan wadah penguatan spiritual dan psikis.
Sementara itu, Mewakili Kepala Dinas, Sekretaris Dinas
Sosial P3AP2KB Kabupaten Banjar, Widya Wiri Utami memberikan penekanan pada
kolaborasi lintas sektor.
"Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, Sinergi
antara Kemenduk Bangga Provinsi Kalsel, Dinas Sosial P3AP2KB Kab.
Banjar dan Aisyiyah ini adalah bukti nyata bahwa membangun wadah pelayanan
sosial bagi lansia harus dilakukan dengan hati. Wisuda hari ini bukanlah akhir,
melainkan awal dari babak baru para lansia kita untuk menjadi teladan bagi
generasi muda di desa masing-masing," ungkapnya.
Hj. Rini Ikhwansyah selaku Perwakilan GOW Kabupaten Banjar
juga menambahkan bahwa peran perempuan lansia dalam ketahanan keluarga
sangatlah besar, sehingga edukasi berkelanjutan seperti ini harus terus
didukung.
Salah satu wisudawati asal Desa Bi'ih, Ny. Hj. Nurhapipah
(76), tampak berkaca-kaca saat menerima ijazah simbolis. Ia mengaku mendapatkan
banyak ilmu baru, mulai dari pola hidup sehat hingga manajemen stres di usia
senja.
"Dulu saya kira di usia segini tugasnya cuma diam di
rumah. Ternyata di sekolah ini kami diajarkan tetap berdaya. Saya merasa lebih
sehat secara pikiran dan punya banyak teman baru. Terima kasih Dinsos P3AP2KB
Kab. Banjar dan Aisyiyah sudah mempedulikan kami," ucapnya penuh
syukur.
Prosesi wisuda diakhiri dengan foto bersama dan penyampaian pesan dan kesan dari perwakilan wisudawati yang menunjukkan bahwa semangat belajar tidak akan pernah luntur dimakan usia. Dengan keberhasilan Standar 1 ini, diharapkan program dapat berlanjut ke jenjang berikutnya demi mewujudkan Kabupaten Banjar yang lebih inklusif dan ramah lansia. (Agusto/Adam Khalid DinsosP3AP2KB)
